KORANJURI.COM – Bali bukan kali ini saja mengalami blackout atau pemadaman listrik serentak. Sepanjang 25 tahun dari tahun 2000-2025, sudah tiga kali mengalami blackout.
Mari listrik di Bali sepanjang kurun milenial ini terjadi di tahun 2005. Peristiwa itu tercatat dalam Wikipedia yang disebut sebagai peristiwa terparah dalam sejarah kelistrikan di Indonesia.
Blackout yang terjadi pada 18 Agustus 2005 itu di Jakarta dan Banten mati total selama tiga jam. Selain itu, terdapat pula pemadaman di sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Mati listrik ini terjadi akibat kerusakan di jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV Jawa-Bali.
Kemudian, blackout juga memadamkan aliran di Bali pada 5 September 2018. Peristiwa itu dipicu oleh putusnya aliran listrik dari Paiton sehingga Bali secara mendadak kehilangan suplai.
Peristiwa 2018 terjadi mulai pukul 12.30 WITA dan berlangsung selama hampir 2 jam. Untuk mengatasi situasi urgent itu, PLN distribusi Bali mengandalkan pembangkit besar seperti Celukan Bawang.
Pemulihan dilakukan secara bertahap dan hingga sekitar pukul 14.30 WITA, pemulihan telah mencapai 75 persen.
Di tahun 2018 itu, pemadaman bukan hanya terjadi di Bali saja, tapi juga di sebagian Kota Surabaya, Bondowoso, Probolinggo, Situbondo, Malang, Banyuwangi, Jember dan Lumajang.
Selanjutnya, blackout kembali memutus jaringan kelistrikan Bali pada Jumat, 2 Mei 2025 mulai sekitar pukul 16.00 WITA. Kegelapan menyelimuti Pulau Dewata selama hampir 6 jam.
Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) UD Bali Anom Silaparta mengatakan, blackout terjadi karena adanya gangguan kabel laut Jawa-Bali.
“Kondisi itu mengakibatkan seluruh pembangkit lepas, sehingga terjadi gangguan di seluruh Bali,” kata Anom, Jumat, 2 Mei 2025.
Blackout terjadi di wilayah Denpasar, Badung, Jembrana, Bangli, Karangasem, Tabanan, Klungkung, Buleleng dan Gianyar. Hampir seluruh aktifitas masyarakat terdampak.
Hampir seluruh subsistem Bali mengalami gangguan antara lain, PLTG Gilimanuk Trip, PLTG Pemaron 1 dan 2, PLTG Pesanggaran 2 hingga 6 Trip, PLTDG Trip serta PLTD Sewa Pemaron.
Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Terganggu
Putusnya aliran listrik di Bali pada Jumat, 2 Mei 2025 mengakibatkan aktifitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai ikut terganggu.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, gangguan kabel laut transfer Jawa Bali berdampak pada suplai listrik di Bandara I Gusti Ngurah Rai, kira-kira pukul 16.30 WITA.
Menurut Ahmad Syaugi, penerbangan keberangkatan mengalami keterlambatan dikarenakan waktu perpindahan sumber listrik dari PLN ke genset, berdampak pada waktu transisi sistem untuk memulai ulang atau restart.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ungkap Ahmad Syaugi Shahab. (Way)





