KORANJURI.COM – Dalam penutupan Bulan Bung Karno ke-7 DPD Partai Demokrasi Indoensia (PDIP) Provinsi Bali, siswa peserta lomba yang punya nama Bali Nyoman dan Ketut diminta naik ke panggung.
Ada belasan pelajar yang memiliki nama Nyoman dan Ketut seperti yang dimaksud Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster. Mereka berjajar rapi berurutan.
Selanjutnya, ketua DPD PDIP yang juga Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi uang masing-masing sebesar Rp500 ribu dalam sebuah amplop.
“Mereka yang melestarikan suku Bali, penjaga suku Bali dapat hadiah Rp500 ribu,” kata Koster di Denpasar, Selasa, 1 Juli 2025.
Dalam tradisi budaya Bali nama depan Nyoman dan Ketut mengartikan anak ketiga dan keempat. Wayan Koster memandang Nyoman dan Ketut saat ini hampir punah, karena saat ini keluarga rata-rata memiliki dua anak.
Tidak hanya hadiah Rp500 ribu saja, apresiasi untuk Nyoman dan Ketut jadi program yang dicanangkan Gubernur Bali melalui insentif yang mulai berlaku di tahun 2026 mendatang.
Koster mengatakan, insentif itu akan diberikan sejak kehamilan anak ketiga dan keempat akan mendapatkan perawatan khusus.
“Begitu lahir bagi keluarga miskin akan diberikan bansos, beras, telur, susu supaya gizinya bagus,” kata Wayan Koster.
Insentif nama Nyoman dan Ketut akan berlanjut saat menempuh sekolah mulai tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dengan biaya pendidikan gratis.
“Sampai masuk ke Perguruan tinggi yang miskin akan ditanggung biayanya oleh Pemprov Bali, dalam program satu keluarga satu sarjana,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster.
Sementara, Bulan Bung Karno ke-7 tahun 2025 diisi berbagai kegiatan lomba seperti cerdas cermat untuk pelajar hingga lomba meracik koktail berbahan arak Bali.
“Ini program partai yang dirasakan langsung oleh masyarakat Bali. Astungkara PDIP Bulan Bung Karno diisi berbagai kegiatan dengan hadiah sampai Rp15 juta, rasanya PDIP yang bisa adakan acara seperti ini,” jelas Wayan Koster. (Way)





