Pasca Merger, Indosat Ooredoo Hutchison Miliki 17.500 BTS 4G di Jatim dan Bali Nusra

    


Manajemen Indosat Ooredoo Hutchison mengunjungi Kantor Regional EJBN di Surabaya sebagai bentuk komitmen dalam menghubungkan dan memberdayakan masyarakat di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Resmi beroperasi sebagai perusahaan gabungan pada 4 Januari lalu, manajemen Indosat Ooredoo Hutchison mengunjungi Kantor Regional EJBN di Surabaya.

Kunjungan ini sebagai bentuk komitmennya dalam menghubungkan dan memberdayakan masyarakat di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

Indosat Ooredoo Hutchison kini memiliki sekitar 17.500 BTS 4G di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, yang memperkuat posisinya untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih dan memainkan peran penting mendorong transformasi digital di Indonesia.

“Tanggal 4 Januari merupakan hari istimewa bagi Indosat Ooredoo Hutchison karena menandai hari pertama perusahaan beroperasi,” kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, di Surabaya, Kamis, 27 Januari 2022.

Vikram mengatakan, Surabaya menjadi salah satu kota yang dikunjungi dalam menyambut babak baru, karena Surabaya memiliki demand yang tinggi terhadap digitalisasi di berbagai sektor yakni, perdagangan, industri, dan pendidikan.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.

Selain itu, juga menjadi fokus Indosat Ooredoo Hutchison dalam membangkitkan kembali sektor-sektor strategis, salah satunya melalui peluncuran layanan komersial 5G di kota tersebut pada September tahun lalu.

Sejumlah use case canggih ditampilkan dalam peluncuran tersebut untuk mendorong sektor-sektor produktif lokal seperti, cetak biru smart corridor di Kabupaten Jember, dan konsep smart city di Kota Surabaya.

Selain itu, juga ditampilkan revolusi pembelajaran jarak jauh dengan teknologi Augmented Reality (AR), mengembangkan telemedicine, serta memanfaatkan konektivitas Internet-of-Things (IoT) untuk keselamatan (safety) dan tata kelola (governance).

Sementara, berdasarkan data terbaru BPS, industri informasi dan komunikasi di Surabaya mengalami pertumbuhan ekonomi kedua tertinggi yakni sebesar 7,19%. Industri perdagangan besar dan eceran menjadi sektor unggulan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya sebesar 26,2%, disusul oleh industri pengolahan sebesar 19,37%.

Pertumbuhan yang menjanjikan dari perekonomian digital di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara telah mendorong Indosat Oooredoo Hutchison untuk fokus memberdayakan anak muda dan talenta digital di wilayah tersebut.

Salah satunya melalui kolaborasi dengan Institut Tekologi Sepuluh Nopember (ITS), Nokia, dan Universitas Oulu, Finlandia, dalam mendirikan ITS 5G Experience Center sebagai pusat pengetahuan, kreativitas, dan keunggulan untuk mendorong inovasi 5G.

Selain itu juga memberdayakan talenta digital lokal di Surabaya dan sekitarnya, diantaranya dengan memberi akses pada fasilitas, komunitas penelitian, dan pengembangan global, menyediakan program sertifikasi untuk menjadi ahli 5G profesional yang diakui, serta menyediakan jalur untuk pengembangan karir dan kewirausahaan di masa depan.

Tidak hanya itu, Indosat Ooredoo Hutchison juga telah melakukan kerja sama dengan Universitas Udayana, Denpasar, berupa penyediaan koneksi internet dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas dan berbagai kegiatan di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Indosat Ooredoo Hutchison memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang lebih baik dalam mendukung implementasi Smart City dan Smart Corridor sekaligus memberdayakan talenta digital lokal di Surabaya dan sekitarnya dengan memanfaatkan layanan komersial 5G yang telah hadir tahun lalu,” jelas Vikram

Indosat berkomitmen untuk terus menjadi penggerak digital di Regional EJBN dan memainkan peran yang lebih besar dalam menghubungkan dan memberdayakan anak muda, industri, dan masyarakat agar bisa bangkit dari pandemi. (Way)