Operasi Yustisi untuk Merubah Perilaku

    


Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali memastikan, operasi yustisi protokol kesehatan akan terus digelar.

Ketua Satgas Dewa Made Indra mengatakan, sosialisasi edukasi bertujuan untuk merubah perilaku masyarakat. Operasi Yustisi juga untuk mengefektifkan edukasi protokol kesehatan di tengah masyarakat.

“Jadi jangan dilihat, jangan dinilai, sebagai cara pemerintah untuk mencari uang, no way, Rp 100 ribu pakai apa buat pemerintah,” kata Dewa Indra di Gedubg Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (21/10/2020).

Justru menurutnya, pemerintah tidak berharap ada yang terjaring razia dan membayar denda Rp 100 ribu per orang. Hal itu mengindikasikan bahwa masyarakat telah patuh protokol kesehatan.

“Kita ga akan cari uang Rp 100 ribu, untuk hanya untuk merubah perilaku. Karena kita melihat, sosialisasi yang kita lakukan, tapi kok masih ada warga yang tidak disiplin,” ujarnya.

Dalam pantauannya, setiap hari penegakan hukum protokol kesehatan dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota di Bali. Masyarakat yang tidak disiplin mendapatkan sanksi fisik (pembinaan), denda maupun administrasi.

“Saya monitor setiap hari di Provinsi Bali tujuannya adalah perubahan perilaku, supaya kita jadi disiplin sambil menunggu vaksin dan obat belum ditemukan,” kata Dewa Indra.

Sementara, Bali mencatat jumlah terkonfirmasi covid-19 pada Rabu, 21 Oktober sebanyak 87 kasus. Jumlah kesembuhan 95 orang dan fatality rate 2 orang.

Secara kumulatif angka covid-19 di Bali tercatat 11.042 orang, sembuh 9.883 orang (89,50%), dan meninggal dunia 353 orang (3,20%). Kasus Aktif atau pasien dalam perawatan di rumah sakit pada Rabu, 21 Oktober 2020, menjadi 806 orang (7,30%).

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan.

Besaran denda yang diterapkan Rp 100 ribu untuk perorangan dan Rp 1 juta untuk pelaku usaha dan tempat fasilitas umum yang melakukan pelanggaran.

“Kita harus bersama-sama mendukung upaya Pemerintah, dengan disiplin protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi,” kata Dewa Indra. (Way)