Mengenalkan Aslinya Bali Melalui Wellness Tourism

    


Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun _ foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Usadha Bali atau Pengobatan tradisional di Bali dijadikan brand pariwisata baru di Pulau Dewata. Potensi wisata berbasis tradisi dan budaya itu sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang digaungkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Membangun Bali secara menyeluruh, terpola dan berbasis budaya.

Keaslian pengobatan Bali yang dikemas dalam wellness tourism itu akan jadi ciri khas destinasi baru yang tidak ditemukan di belahan dunia lain. Bali yang otentik, memiliki destinasi Wisata Kebugaran yang dinaungi Pergub Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali dan Perda Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kesehatan.

Dari situ, lahirnya Bali Maha Usadhi seperti jadi pemecah kebuntuan akan pengobatan asli Bali yang digadang-gadang go internasional sebagai destinasi wisata kebugaran dunia. Asosiasi kebugaran (wellness) berbasis kearifan lokal Bali telah terdaftar di Kemenkumham dengan registrasi Nomor AHU-0012802.AH.01.07. Tahun 2021.

Konsep kebugaran (wellness) yang diilhami filosofi Hindu secara universal ini, bertujuan mengenalkan budaya Bali melalui wisata kebugaran (wellness tourism). Bali Maha Usadhi (BMU) juga memiliki visi, membawa kebugaran ala Bali dan menjadi kekuatan spirit hidup menuju kebahagian abadi ke masyarakat global. Sedangkan misinya adalah mendukung program pemerintah Provinsi Bali, menjalin kerja sama dengan desa adat di berbagai kabupaten.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap ‘wellness tourism’, wisata kebugaran ala Bali. Destinasi ini akan dibangun berbasis kebudayaan Bali. Rencananya, Desa Taro bakal dijadikan proyek percontohan untuk mengembangkan industri pariwisata terbaru ini.

“Tentu ini akan menambah khasanah pariwisata Bali yang mengusung tagline ‘Pariwisata Budaya’,” kata Tjok Bagus Pemayun.

Menurut Tjok Bagus, Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru memberikan arah pengembangunan Bali. Terutama, pengembangan industri pariwisata Bali berbasis kearifan lokal Budaya Bali yang mampu mengundang wisatawan berkualitas.

Wellness Tourism Destination, oleh Global Wellness Institut diprediksi menjadi salah satu destinasi wisata kebugaran yang akan mengundang wisatawan berkualitas dengan waktu tinggal lebih panjang.
Menurut Tjok Bagus Pemayun, untuk mempersiapkan pendukung wisata kebugaran, pihaknya menggandeng tiga asosiasi Spa di Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada para terapis di Bali. Ditargetkan, pada 2023 ada 10 ribu terapis yang akan tersertifikasi.

“Bali menjadi pilot project kebangkitan kembali wellness tourism. Jadi, wisatawan yang datang ke Bali bukan saja untuk menikmati keindahan alam. Tapi juga mendapatkan pengalaman melalui ethno wellness,” kata Tjok Bagus.

Kebugaran jadi Gaya Hidup Baru Pasca Pandemi

Panorama Pantai Kuta Bali - foto: Koranjuri.com

Panorama Pantai Kuta Bali – foto: Koranjuri.com

Ketua Maha Usadhi Prof I Made Agus Gelgel Wirasuta mengatakan, Gaya Hidup sehat telah merubah pola pikir semua manusia pasca pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Bali Maha Usadhi atau kebugaran ala Bali adalah pilihan hidup orang Bali. Sebuah usaha untuk menjaga dirinya selalu hidup sehat dalam mencapai kebahagiaan yang abadi ‘Morksar ta Jagadhita ya ca iti Dharma’.

Menurut Made Agus Gelgel Wirasuta, wisata kebugaran diprediksi akan mendatangkan pendapatan yang sangat tinggi. Karena orang yang akan berwisata, sepulangnya ingin bahagia.

“Jadi ada spirit yang dibawa. Bukan capek, maupun penat setelah berwisata. Wellnes ini tujuannya hidup yang berkualitas, berbahagia, tanpa ada masalah” kata Made Agus Gelgel.

Sementara, Ketua Umum Wellness & Healthcare Entrepreneur Association Agnes Lourda Hutagalung menambahkan, program yang dijalankan akan meningkatkan kemampuan dan pemahaman para terapis. Brand Bali sebagai pusat wisata kebugaran, sekaligus menjadikan Pulau Dewata sebagai lokomotif ethno wellness untuk mengangkat warisan leluhur ke tingkat dunia.

Diperkirakan, saat ini ada 3.000 jenis tanaman obat yang ada di Bali yang dapat dimanfaatkan sebagai usadha atau pengobatan. Potensi besar itu, oleh Pemprov Bali akan didukung secara maksimal untuk dijadikan kekuatan ekonomi. (Way)