Melalui E-Voting, Pilketos SMPN 12 Purworejo Diwarnai Debat Terbuka dan Kampanye

    


Debat terbuka para kandidat ketua OSIS SMPN 12 Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Baru pertama kali, di SMPN 12 Purworejo mengadakan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) melalui E-Voting. Dalam hal ini, para pemilih menyalurkan hak suaranya melalui sarana elektronik, dengan aplikasi yang dibuat sedemikian rupa untuk pemilihan.

Dalam Pilketos yang berlangsung Sabtu (15/10/2022), diikuti 4 kandidat calon ketua, yakni, nomer 1 Roby Candra Winata (8D), nomer 2 Marchell Denis A.P (8 C), nomer 3 Lintang Kirana (8 F) dan nomer 4 Aifvea Maulidina P (8E).

Setelah dilakukan penghitungan suara, akhirnya calon nomer 1, Roby Candra Winata terpilih menjadi Ketua OSIS periode 2022/2023 dengan memperoleh suara terbanyak, 153. Disusul Marchell dengan 122 suara, Lintang 131 suara dan Aifvea 68 suara.

“Para pemilih seluruh warga sekolah, dari siswa, guru dan karyawan. Dari jumlah pemilih 576, masuk rekap 474, sisanya yang 102 rusak karena kesalahan siswa/sistem eror. Itu disebabkan hardware server belum mumpuni,” jelas Himawan Susrijadi, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 12 Purworejo, yang memantau langsung jalannya pemilihan.

Dengan sistem pemilihan yang beda ini, Himawan berharap, semoga bisa menjadi percontohan untuk pemilihan yang lebih sederhana dan lebih murah utamanya. Karena kalau menggunakan anggaran, harus dihitung secara betul-betul teliti.

Dijelaskan oleh Himawan, yang didampingi Waka Kesiswaan, Sri Wahyuningsih, S.Pd., M.M.Pd., sebelum diadakan pemilihan diawali dengan proses seleksi. Dari jumlah pendaftar calon ketua OSIS yang mencapai 30 an siswa, setelah diseleksi menjadi 6 kandidat. Dari keenamnya, setelah diadakan test wawancara, akhirnya terpilih 4 kandidat ketua OSIS, yang berlanjut hingga ke proses pemilihan.

Dari keempat calon tersebut, ungkap Himawan, dengan melibatkan tim sukses masing-masing calon, melakukan kampanye di tiap kelas. Selain kampanye, dari panitia pemilihan juga menggelar debat terbuka yang diikuti keempat kandidat.

“Dalam debat terbuka ini, masing-masing calon diberikan pertanyaan oleh panelis maupun peserta pemilih, atau dari sesama calon. Dalam debat ini kita bisa melihat kemampuan kepemimpinan masing-masing peserta. Dan ini belum pernah dilakukan sebelumnya,” terang Himawan.

Dirinya tak menduga, kalau ternyata para kandidat yang masih anak-anak itu pintar untuk menggali informasi dari visi misi yang disampaikan. Pemilih jadi tahu mana yang akan dipilih, dengan melihat kwalitas kandidat saat debat.

Salah satu tim sukses calon Ketua OSIS SMPN 12 Purworejo tengah melakukan kampanye - foto: Sujono/Koranjuri.com

Salah satu tim sukses calon Ketua OSIS SMPN 12 Purworejo tengah melakukan kampanye – foto: Sujono/Koranjuri.com

Dijelaskan, bahwa pelaksanaan pemilihan ini dengan tanpa kertas. Jadi pemilih datang ke bilik sambil membawa pin yang mereka ambil sendiri dan tidak ada yang tahu. Di bilik ada 4 ada laptop, dengan aplikasi yang sudah disiapkan/dibuat oleh guru ketrampilan berbasis IT, yang dibuat dengan konsep sederhana.

“Di e-voting tidak bisa memilih lebih dari satu. Kalau sudah memilih satu, aplikasi sudah tak bisa diakses atau dipakai untuk masuk lagi,” jelas Himawan.

Dengan pemilihan OSIS model baru ini, menurut Himawan, bertujuan untuk mensosialisasikan pemilihan e-voting baik kepada internal sekolah dan sekolah lain, yang ternyata lebih simpel, lebih mudah, serta mengenalkan anak pada demokrasi, yakni memilih. Dan mengenalkan bagaimana menjadi pemilih yang baik.

“Semoga ini menjadi hal yang baru di SMPN 12 Purworejo dan bisa menjadi hak paten sekolah,” pungkas Himawan. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS