Kisah Pemilik Nursery di Tangsel Cuan Besar dari Bisnis Tanaman Hias

oleh
Bisnis tanaman hias masih berpotensi cuan besar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bisnis tanaman hias kembali menggeliat. Meski booming yang ada tak seperti tren yang pernah terjadi di kisaran tahun 2000-an lalu. Namun, potensi cuan melalui bisnis tanaman hias tak bisa dianggap sebelah mata.

H. Kusnandar (46), pemilik Raja Flora di kawasan Graha Raya, Tangerang Selatan, mengaku mendapatkan keuntungan berlipat-lipat dari usahanya berjualan tanaman hias.

Ia memang telah memiliki pangsa pasar sebagai pemasok ke sejumlah nursery di tanah air. Terutama, untuk tanaman hias impor. Bahkan, dirinya juga melakukan ekspor ke sejumlah negara.

“Saya lebih ke ekspor-impor khususnya untuk jenis Aglonema, philodendron maupun anthurium,” kata Kusnandar ditemui di tempat usahanya di Tangerang Selatan, Kamis, 6 Juni 2024.

Kusnandar menyebut, perubahan perilaku masyarakat turut mendorong geliat usahanya menjadi semakin bergairah. Dalam sebulan, dia bisa mendatangkan 50 ribu sampai 100 ribu batang tanaman impor asal Tiongkok dan Thailand.

Dalam tiga bulan, Kusnandar mengaku menerima 200 hingga 300 ribu batang tanaman hias impor, dalam empat kali pengiriman.

Setiap kali pengiriman dirinya menerima 40 ribu batang tanaman hias. Bahkan dirinya mengaku tak pernah sempat menanam sendiri. Mengingat, pasokan dari luar negeri itu langsung terjual begitu sampai ke showroom miliknya.

“Saya jual dari kisaran harga termurah Rp 45 ribu hingga Rp 325 juta untuk jenis Aglonema dan Rp 350 juta untuk jenis Philodendron, itu dihitung hanya beberapa daun saja,” kata Kusnandar.

Selain permintaan yang melonjak, Kusnandar mengaku, gaung tanaman hias kembali menggema di masa pandemi. Kondisi itu turut mendongkrak harga tanaman hias. Banyak para kolektor yang melakukan perburuan ke nursery nya.

Pria asli Betawi ini mengaku banyak menerima permintaan tanaman hias lokal untuk diekspor ke sejumlah negara di Asia. Tujuan ekspor terbesar ke Thailand dan Bangladesh.

Dia meyakini, booming tanaman hias hanyalah siklikal atau musiman. Meski sampai saat ini, kolektor dan pecinta tanaman hias masih ramai memburu jenis-jenis tertentu.

“Tapi permintannya sampai hari ini masih tinggi. Malah saya akan buka toko baru Ratu Flora dekat-dekat sini, itu khusus tanaman koleksi,” ujarnya. (Lib)