Kabar Baik, Syarat Wajib Asuransi Kesehatan Turis Asing ke Bali Jadi US$ 25.000

    


Wisatawan asal Jepang yang mendarat di Bandara Ngurah bersama penerbangan perdana Garuda Indonesia rute Narita-Denpasar, Kamis (3/2/2002) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dengan dibukanya pintu Bali dan Kepulauan Riau (Kepri) untuk wisatawan asing, pemerintah RI menyesuaikan nilai pertanggungan asuransi kesehatan yang semula senilai US$ 100.000 menjadi US$ 25.000.

Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Amran Aris mengatakan, besarnya nilai pertanggungan asuransi kesehatan menjadi salah satu hambatan calon turis asing yang akan melancong ke Bali.

“Berdasarkan kesepakatan Kementerian dan Lembaga terkait, maka WNA diminta memiliki asuransi kesehatan untuk mempertimbangkan risiko yang ada,” kata Amran dalam Sosialisasi dan Diseminasi E-Visa Kunjungan Wisata di Bali, Jumat (04/02/2022).

“Bukti asuransi kesehatan perlu dipersiapkan ketika WNA tiba di Bali agar dapat ditunjukkan saat pemeriksaan dokumen,” tambahnya.

Selain itu, kata Amran, turis asing dengan visa kunjungan wisata B211A yang datang ke Bali dan Kepri, diperbolehkan mengunjungi daerah lain, dan pulang ke negaranya dari Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di daerah tersebut.

Visa Kunjungan Wisata yang diterima WNA dan penjamin memiliki durasi tinggal selama 60 hari di Indonesia. Perpanjangan dapat dilakukan paling lama 6 bulan berada di Indonesia.

“Misalnya, turis asing berkunjung ke daerah lain, maka dapat diperpanjang dengan mengajukan Izin Tinggal Kunjungan (ITK) di kantor imigrasi setempat,” kata Amran.

Dalam kurun waktu 15 Oktober 2021 hingga 28 Januari 2022, total ada 273 permohonan electronic Visa (eVisa) kunjungan wisata yang diterbitkan kepada subjek orang asing untuk dapat berwisata ke Bali dan Kepulauan Riau.

Pelancong terbanyak datang dari India 47 orang, Perancis 42 orang, Korea Selatan 20 orang, Spanyol 17 orang dan Swedia 16 orang.

Persyaratan pengajuan permohonan Visa kunjungan wisata B211A ke Bali dan Kepri

1. Paspor yang sah dan masih berlaku paling sedikit 6 (enam) bulan.

2. Surat penjaminan dari penjamin.

3. Bukti memiliki biaya hidup bagi dirinya dan/atau keluarganya selama berada di wilayah Indonesia berupa rekening koran, buku tabungan atau deposito selama 3 bulan terakhir. Bukti kepemilikan dana dapat menggunakan milik WNA atau penjamin, dengan jumlah saldo minimal setara US$ 2.000.

4. Tiket kembali atau tiket terusan untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain.

5. Bukti telah menerima Vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.

6. Surat pernyataan bersedia mematuhi seluruh protokol kesehatan di Indonesia.

7. Bukti kepemilikan asuransi kesehatan/asuransi perjalanan yang mencakup, pertanggungan biaya kesehatan, atau surat pernyataan bersedia membayar biaya secara mandiri apabila terpapar Covid-19 selama berada di Indonesia. (Bob)







    




News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas