Jenazah Ibu Anak Diantar dengan Satu Ambulans

oleh
Direktur Rumah Sakit Umum Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati - foto: Ist

KORANJURI.COM – Dua orang korban meninggal dunia dalam peristiwa tenggelamnya kapal Tunu Pratama Jaya merupakan ibu dan anak asal Banyuwangi, Jawa Timur.

Direktur Rumah Sakit Umum Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati mengatakan, pihaknya menyiapkan lima ambulans untuk mengantar jenazah ke asal korban di Banyuwangi, Jawa Timur.

“Karena ada satu ambulans membawa dua jenazah ibu dan anak, jadi akan diserahterimakan di Ketapang,” kata Eka Indrawati, Kamis (3/7/2025).

Ambulans pembawa jenazah diberangkatkan dari Pelabuhan Gilimanuk Bali sekitar pukul 20.15 WIB.

Keenam jenazah diterima oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Ribut Eko S., Kapolda Jatim dan tim SAR gabungan.

Secara simbolis jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan diberangkatkan menuju RSUD Blambangan Banyuwangi.

Untuk mengidentifikasi korban, RSU Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, membuka Posko Terpadu yang beroperasi selama 24 jam penuh hingga 14 hari ke depan.

Jenazah Korban Diserahkan ke Keluarga


KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) malam sekitar pukul 22.56 WIB. Kapal mengalami masalah kebocoran sekitar 25 menit setelah lepas jangkar.

Data manifest kapal mengangkut 53 orang penumpang dan 12 kru kapal. Kapal yang diperkirakan tenggelam pukul 23.20 WIB ini juga memuat 22 kendaraan diantaranya 14 truk tronton.

29 survivors ditemukan selamat di sekitar perairan Cekik Gilimanuk dan Perairan Pebuahan Jembrana. 21 orang yang berdomisili di Banyuwangi telah diserahkan kepada keluarga korban di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi.

Data korban yang ditemukan selamat masing-masing:
1. Saroji
2. Saiful Munir
3. Mansun
4. Romi Alfa Hidayat
5. Sandi Wariawan
6. Supardi
7. Abu Khoir
8. M. Farid Wajdi
9. Erick Imbawani
10. Nurdin Yuswanto
11. Richo Krafsanjani
12. Ahmad Suyipno
13. Bahrul Ulum
14. Moh. Tri Wahyudi
15. Ansori
16. Muhamad Wajihi
17. Syamsul Hidayat
18. Ely Mustain
19. Ahmad Rokhan
20. Ibnul Bawait
21. Deni Hermanto
22. Muhammad Kholil
23. Bejo Santoso
24. Febriani
25. Imron
26. Nanda Sinta Alvani
27. Riky Prayuda Tama
28. Dimas Hadi
29. Eka Toniansyah

Gelombang Tinggi, Kapal Kecil Ditarik


Upaya pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya pada Kamis (3/7/2025) mengerahkan tim pencarian udara dan tim laut.

Heli rescue HR 3606, Pesud P-8304, dan satu unit Heli milik Polri, dan Thermal Drone dikerahkan untuk melakukan penyisiran udara di atas perairan Selat Bali.

Penyisiran laut mengerahkan berbagai alat utama dari tim SAR gabungan seperti KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna, RBB Basarnas Banyuwangi, RIB Basarnas Banyuwangi, RIB Basarnas Jembrana dan Buleleng.

KN 5200 dan KN 5209 KSOP Tanjung Wangi, Patkamla Lanal Banyuwangi, Kal Sembulungan, KMP Tunu Pratama Jaya 5888, KMP Tunu Pratama Jaya 3888, TB Joyoboyo 1 Pelindo, RIB KN Cundamani, Speed boat Tagana, Speedboat KPLP Gilimanuk, Speedboat Polair, dan Rubberboat BPBD Banyuwangi.

Tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian terhadap 30 korban lainnya yang belum ditemukan.

Dalam evaluasi pencarian, Jumat, 4 Juli 2025, Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan, pencarian difokuskan menggunakan alat utama laut skala besar.

“Hal ini didasarkan prediksi BMKG terkait peringatan gelombang laut di Selatan Pulau Bali akan tinggi pada Jumat, 4 Juli 2025. Sehingga kapal kecil akan ditarik terlebih dahulu,” kata Nanang.

Data Korban Meninggal
1. Anang Suryono
2. Eko Sastriyo
3. Elok Rumantini
4. Cahyani
5. Fitri April Lestari
6. Afnan Aqiel Mustafa. (Way)

No More Posts Available.

No more pages to load.