KORANJURI.COM – Kelangkaan gas LPG 3 kg disebut Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra terjadi di tingkat pengecer. Namun, keberadaan LPG 3 kg di agen maupun pangkalan tetap tersedia.
Ketersediaan di tingkat agen dan pangkalan, menurut Dewa Indra, untuk mengantisipasi permainan harga di tingkat pengecer.
“Konsumen akan mendapatkan harga yang ditetapkan sesuai aturan gubernur. Karena itu ketersediaan di pangkalan kita perbanyak terus di seluruh Bali,” kata Dewa Indra usai sosialisasi retribusi wisman di Wiswasabha, Kamis (22/2/2024).
Jumlah pangkalan resmi gas LPG di Bali saat ini, kata Dewa Indra, terdata sebanyak lebih dari 4.000 yang tersebar di seluruh Bali.
Untuk mengantisipasi kelangkaan gas LPG menjelang hari besar keagamaan nasional (HKBN) di bulan Februari dan Maret 2024, koordinasi telah dilakukan bersama Hiswana Migas dan Pertamina.
“Sudah ada jaminan untuk ketersediaan pada hari raya ini jumlahnya pasti cukup,” jelasnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan menambahkan, jumlah kuota LPG bersubsidi yang disediakan untuk Provinsi Bali mengalami penurunan di tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunannya 0,79%, sedangkan jumlah konsumsi masyarakat terhadap LPG 3 kg terus meningkat secara signifikan,” kata Ida Bagus Setiawan.
Penurunan pasokan itu akan dikurasi berdasarkan NIK KTP untuk mendapatkan gas melon.
“Pendataan pembelian LPG Tabung 3 Kg berdasarkan NIK agar subsidinya tepat sasaran,” jelas Setiawan.
Mengantisipasi peningkatan konsumsi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan 2024 di Bali, Pertamina Patra Niaga menambah kuota untuk Bali sebanyak 250.000 gas LPG 3 kg untuk menghindari panic buying.
“Belilah sesuai kebutuhan di pangkalan resmi terdekat, jangan berlebihan,” imbau Setiawan. (Way)





