Indonesia: Kerukunan, Toleransi dan Rasa Damai

    


Jon Palinggi - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Toleransi menjadi dasar kedamaian yang senantiasa harus terus dijaga. Pengamat politik Jon Palinggi mengatakan, kedamaian adalah rasa dan situasi yang dibutuhkan oleh seluruh umat manusia.

“Tanpa terkecuali. Kedamaian adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh seluruh umat manusia. Jadi siapapun yang membuat tidak damai, dirinya sendiri juga tidak damai,” kata Jon Palinggi kepada Koranjuri.com.

Di Indonesia sendiri, menurut Jon, saat ini mulai terlihat kembali rasa toleransi yang sebenarnya sudah terpelihara sejak dulu. Hanya karena perbedaan pandangan, politik, keyakinan maupun ideologi, rasa toleransi itu terkikis.

Namun, Jon memberikan keyakinan, upaya menumbuhkan kembali toleransi kedepannya akan semakin baik. Sesama warga negara Indonesia saat mulai saling menggaungkan pentingnya sikap rukun, saling menghargai dan toleransi dengan muara menciptakan rasa damai.

“Terutama diantara umat beragama berupaya sebaik mungkin dalam memupuk kerukunan, dan itu diwujudkan dalam banyak hal baik secara nyata mauouj ungkapan-ungkapan di dunia maya,” kata Jon.

Pemerintah, menurutnya, juga menunjukkan ketegasannya terhadap ideologi lain maupun sikap-sikap intoleransi yang selama ini berkembang atau dikembangkan oleh sejumlah kelompok dan oknum-oknum tertentu.

“Orang-orang yang mengangankan ideologi yang lain diluar ideologi negara, pasti akan tersingkir, dan kita lihat sekarang, semakin, semakin baik,” ujarnya demikian.

Indonesia punya keunikan yang tak dimiliki bangsa lain. Bhinneka Tunggal Ika menjadi suatu kondisi yang harus diakui dan dipahami oleh setiap insan negara dari Sabang sampai Merauke. Dalam perbedaan yang kekal itu, menurut Jon Palinggi, Indonesia dalam kondisi aman.

“Kalau pun ada konflik akan cepat teratasi dan tidak berlarut-larut. Apa yang ditebarkan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab, bahwa Indonesia tidak aman, itu tidak sesuai dengan fakta yang ada dan memang sengaja disebarkan informasi yang tidak benar,” ujarnya.

“Sebesar apapun masalah bangsa yang lalu, pastilah kita bisa atasi dengan bersandar pada kekuatan Tuhan. Tidak ada sesuatu yang tidak bisa diselesaikan,” pungkasnya. (Bob)