KORANJURI.COM – Imigrasi Ngurah Rai bakal melakukan penataan ulang pemeriksaan keimigrasian di areal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai, Bali.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bugie Kurniawan mengungkapkan, kondisi di areal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai terlalu krodit.
“Karena terlalu banyak desk berada di tengah-tengah antara kedatangan penumpang dengan konter imigrasi. Ini sedang berusaha kita perbaiki,” kata Bugie saat Media Gathering, Rabu, 6 Mei 2026.
Inisiatif merapikan sejumlah desk dan konter pemeriksaan keimigrasian diharapkan akan berdampak pada jumlah kunjungan wisman ke Bali. Menurut Bugie, pihaknya akan mengoptimalkan penggunaan autogate.
Dia mengatakan, saat penumpang tiba di areal kedatangan internasional maka akan langsung menuju ke imigrasi dulu, baik itu autogate maupun konter imigrasi.
“Setelah dari sana baru kita arahkan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kalau mereka sudah clear dengan persyaratan masuk ke Indonesia maka diizinkan melintas,” jelasnya.
Mereka yang belum clear, kata Bugie, petugas akan mengarahkan ke konter VoA atau All Indonesia. Selanjutnya, mereka akan bisa menggunakan autogate.
Gerbang pemeriksaan imigrasi otomatis itu melakukan pemeriksaan secara cepat tanpa mengabaikan faktor keamanan. Mesin itu hanya memperbolehkan paspor dengan chip elektronik sebagaimana sistem paspor di Indonesia.
Chip elektronik itu dikunci secara digital dan hanya bisa dibuka dengan kunci yang sudah disimpan oleh negara asal penumpang pesawat.
“Sehingga proses pemeriksaan keimigrasian dilakukan begitu cepat dan aman. Karena itu kami berupaya meningkatkan penggunaan autogate melalui kepatuhan pengisian e-visa dan All Indonesia sebelum tiba di Ngurah Rai,” kata Bugie.
Dengan pemeriksaan elektronik yang semakin cepat dan lancar, Bugie berharap, jumlah penumpang internasional ke Bali tetap stabil dan meningkat. (Way)
