Gubernur Dukung Program SMSI Bali dalam Upaya Membangun Desa Budaya Kerthi

    


Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali dalam audiensi bersama Gubernur Bali Wayan Koster di Jaya Sabha, Denpasar, Selasa, 28 Desember 2021 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Program unggulan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, yakni Semarak Desa Budaya Kerthi 2022, diapresiasi dan mendapat dukungan penuh dari Gubernur Bali Wayan Koster.

Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi pengurus SMSI Bali di Rumah Jabatan Gubernur Jaya Sabha Denpasar Selasa, 28 Desember 2021.

Gubernur Bali menyatakan sangat mengapresiasi program yang dicanangkan SMSI Bali yang telah diselaraskan dan sejalan dengan visi misi pembangunan Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’.

“Saya support penuh. Nanti secara teknis, program ini agar dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Dinas Kominfos Provinsi Bali. Kita sudah punya buku pedoman Desa budaya. Itu buku tentang judulnya ‘Pedoman Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera.’ Minta saja nanti sama Kadis Pariwisata atau Kadis Kominfos,” kata Koster, Selasa, 28 Desember 2021.

Salah satu bentuk dukungan riil Gubernur Bali adalah memberikan fasilitas penyelenggaraan salah satu sub program Semarak Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022, yaitu Focus Group Discusion (FGD) bertajuk ‘Bincang Gemilang Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022.

Gubernur menyatakan siap memfasilitasi penyelenggaraan FGD tersebut, antara lain dengan meminjamkan Gedung Wiswa Shaba Pemprov Bali dengan kapasitas 250 orang sebagai tempat penyelenggaraan FGD tersebut.

“Saya siap membantu dan siap hadir. Dan saya siap jadi narasumber tentang Desa Kerthi Bali Sejahtera,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua SMSI Bali yang sering disapa Edo ini menjelaskan bahwa SMSI Bali pada awal tahun 2022, akan menyelenggarakan program pendayagunaan Desa wisata dengan pemanfaatan teknologi digital. Program tersebut bertajuk Semarak Desa Wisata Digital 2022.

Namun setelah didiskusikan dengan Gubernur Bali Wayan Koster saat audiensi tersebut, Gubernur memberi banyak masukan.

Salah satu masukan penting yang disampaikan Gubernur adalah mengganti fokus utama program SMSI tidak lagi menggunakan frasa Desa Wisata, tetapi diganti dengan Desa Budaya. Hal ini menurut Gubernur, karena unsur budaya yang menjadi prioritas program Pemprov Bali.

Sedangkan pariwisata hanyalah bungkusan atau kemasannya. Tetapi sering terjadi kekeliruan pemahaman sehingga Desa Wisata lebih terkesan hanya mengeksploitasi budaya masyarakat Bali yang sesungguhnya harus menjadi prioritas perhatian.

“Saya sedang menyusun regulasi untuk mengganti frasa Desa Wisata menjadi Desa Budaya. Pedomannya sudah dibuatkan,” kata Koster.

Sementara, Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja atau Edo mengatakan, kick off program ‘Semarak Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022’ dimulai awal Januari 2022. Adapun materi program terdiri dari tiga kegiatan utama yakni, Ekspedisi Jurnalistik Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022.

Kegiatan itu dengan mengirimkan kelompok jurnalis ke desa-desa terpencil di Bali untuk melakukan pemilihan desa mana yang dianggap layak untuk dinobatkan sebagai Desa Budaya Kerthi SMSI Bali tahun 2022.
Kegiatan kedua adalah Lomba News Konten Kreator tentang Desa Budaya Kerthi.

Peserta kegiatan ini adalah seluruh wartawan media cetak dan online. Sementara kegiatan ketiga adalah FGD bertajuk ‘Bincang Gemilang Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022’ yang menghadirkan Gubernur Bali Wayan Koster sebagai pembicara bersama Menteri Pariwisata yang diwakili Deputi III Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Drs. Vinsensius Jemadu.

“Kegiatan ketiga ini, ktra rancang sebagai puncak dari program ‘Semarak Desa Budaya Kerthi SMSI Bali 2022.’ Ancar-ancar sih pada tanggal 9 Februari 2022, sebab tanggal 9 Februari adalah Hari Pers nasional. Jika itu terlaksana, maka momen itu menjadi pertamakalinya di Bali ada peringatan Hari Pers nasional dilaksanakan tepat pada tanggal peringatan HPN yaitu 9 Februari,’ kata Edo.

Saat menerima pengurus SMSI Bali, Gubernur didampingi Plt. Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali Gede Pramana.

Dari SMSI Bali, hadir lima pengurus SMSI Bali yang dipimpin ketuanya Emanuel Dewata Oja, alias Edo.

Pengurus SMSI Bali lainnya yang turut menghadiri audiensi tersebut antara lain, Wakil Ketua Bidang Organisasi, DM Suta Sastra Dinata dari beritabalionline.com, Wakil Ketua Bidang Pengembangan SDM I Gusti Ngurah Dibya dari barometerbali.com, Wakil Ketua Bidang IT Wahyu Siswadi dari Koranjuri.com dan Bendahara SMSI Rosihan Anwar dari Radarbali.co.id. (*/Way)