Gubernur Ajak Pengurus KONI Majukan Prestasi Olahraga di Bali

    


Gubernur Bali Wayan Koster - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan, tidak hanya fokus pada bidang adat dan budaya saja. Namun juga fokus pada pengembangan infrastruktur, ekonomi dan olahraga.

Hal itu disampaikan ketika melantik pengurus KONI Bali Masa Bakti 2022-2026 di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Jumat, 3 Juni 2022.

Menurutnya, adat dan budaya menjadi pondasi untuk pembangunan bidang lain. Yang terpenting, kata Koster, ekosistem adat dan budaya telah terbentuk.

“Saya kuatkan fondasinya dulu yaitu adat, budaya serta ekosistemnya baru setelah itu prioritasnya ke bidang yang lainnya,” kata Koster saat memberikan arahan di sela-sela Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KONI Provinsi Bali Masa Bakti 2022-2026.

Koster berharap, KONI Bali memiliki spirit yang sama dengan KONI Kabupaten/Kota. Kekompakan, soliditas, satu padu, serta bekerja secara profesional, dibutuhkan untuk memajukan keolahragaan di Bali.

“Hilangkan sekat yang bisa menjadi hambatan dalam membangun prestasi olahraga bersama. Walaupun jika dalam kepengurusan ada yg berbeda karena pengaruh partai dan pandangan politik. Hilangkan! Fokuskan saja pada pembangunan olahraga di Bali,” ujarnya.

Terkait agenda olahraga yang akan dilaksanakan, Koster meminta agar KONI Bali mulai menginvestarisir cabang-cabang olahraga potensial yang ada di Bali. Sehingga pengembangannya akan lebih fokus untuk mencapai hasil yang maksimal.

Koster juga menyinggung terkait ekosistem pariwisata di Bali yang sangat mendukung pelaksanaan event olahraga internasional tematik, dengan cabang olahraga tertentu.

Jika diadakan di Bali, negara-negara luar akan sangat tertarik untuk mengikutinya. Mengingat, nama Bali sudah sangat dikenal oleh dunia bahkan lebih dikenal dari Indonesia.

Dalam konteks Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, Koster mengarahkan untuk pengembangan sport tourism dengan penyelenggaraan event olahraga internasional.

Selain mengembangkan olahraga hal ini juga dapat menggairahkan kepariwisataan di Bali yang saat ini turun sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

“Jika olahraga maju maka akan berdampak baik pada image Bali di mata dunia. Dunia tidak hanya mengenal Bali karena budaya serta pariwisatanya namun juga mengenal Bali karena olahraganya,” ungkapnya.

Gubernur juga mengingatkan kepada kepengurusan KONI Bali untuk kerja, kerja dan kerja. Olahraga adalah dunia dengan kerja nyata yang konkrit. Sehingga Bali diharapkan paling tidak dapat mempertahankan rangking 5 besar dalam PON 2024 yang akan dilaksanakan di Aceh dan Sumatera Utara. (Way)