KORANJURI.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Purworejo siap meluncurkan program pembinaan kepribadian berbasis pendidikan. Langkah progresif ini diambil guna memfasilitasi ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang memiliki tingkat pendidikan rendah atau putus sekolah.
Inovasi tersebut dinamakan ‘Pinter Setara’, yang merupakan akronim dari Pembinaan Intelektual Terintegrasi Melalui Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Purworejo.
Karutan Purworejo, David Saptoaji Putra mengungkapkan, ide ini lahir setelah pihaknya melakukan evaluasi mendalam terhadap Sistem Database Pemasyarakatan (SDP). Dari total 190 warga binaan yang menghuni rutan saat ini, didapati fakta bahwa hampir separuhnya tidak menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah.
“Terdapat sekitar 110 orang warga binaan yang tingkat pendidikannya rendah. Mayoritas dari mereka putus sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, bahkan tidak lulus sampai SMA,” ujar David, Rabu (27/05/2026).
Lebih memprihatinkan lagi, Karutan menyebutkan bahwa dari pendataan tersebut, masih ditemukan adanya warga binaan yang menyandang status buta huruf.
Untuk menyukseskan program Pinter Setara ini, Rutan Kelas IIB Purworejo tidak bergerak sendiri. Pihaknya merangkul stakeholder eksternal, yakni Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Mekar yang berbasis di Kutoarjo.
Selain itu, sinergi kuat juga dijalin dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo, baik bersama Bupati maupun Dinas Pendidikan setempat. Program ini direncanakan akan resmi meluncur (launching) pada bulan Juni 2026 mendatang.
“Sebagai langkah awal, kami akan memprioritaskan program Kejar Paket A (setara SD). Saat ini sudah ada 12 data warga binaan yang teridentifikasi belum lulus SD dan akan menjadi peserta tahap pertama,” jelas Karutan Purworejo.
Warga binaan yang memenuhi syarat, baik kelengkapan identitas maupun nilai rapor terakhir dari sekolah asal yang terputus, akan langsung didaftarkan ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dengan begitu, mereka bisa mengikuti Ujian Nasional dan berhak mendapatkan ijazah kesetaraan resmi.
Setelah tahap awal ini berjalan, program akan ditingkatkan untuk jenjang Kejar Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA).
David Saptoaji menegaskan, pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan ini sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden RI dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Selain itu, inovasi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait pendidikan kesetaraan di lingkungan rutan dan lapas serta selaras dengan salah satu visi Bupati Purworejo, Pinter Bocahe.
Diharapkan, dengan meningkatnya kemampuan intelektual dan bebas dari buta huruf, mindset warga binaan dapat berubah ke arah yang lebih positif saat kembali ke tengah masyarakat kelak.
“Tingkat pendidikan yang rendah sering kali memicu terjadinya pelanggaran hukum atau norma di masyarakat karena keterbatasan kesempatan kerja dan wawasan. Melalui Pinter Setara, kami ingin membentuk manusia yang lebih berkualitas, menyadari kesalahan, tidak mengulangi tindak pidana, serta mampu berperan aktif dalam pembangunan lingkungan mereka,” pungkas David. (Jon)





