Gandeng UNS, Pemdes Krandegan Pasang Alat Deteksi Banjir

    


Pemasangan alat pendeteksi dini banjir (EWS), di Sungai Dulang dan Sungai Jali oleh Pemdes Krandegan, hasil kerjasama dengan UNS Solo, Sabtu (18/06/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mengantisipasi terjadinya banjir, Pemdes Krandegan, Bayan, Purworejo bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memasang alat Early Warning System (EWS) banjir, atau alat pendeteksi dini banjir di Sungai Jali dan Sungai Dulang, Sabtu (19/06/2021).

Alat ini bisa mendeteksi ketinggian air sungai sekaligus memberikan notifikasi melalui aplikasi berbasis android.

Dengan adanya alat ini, warga tidak perlu berjaga di pinggir sungai memantau ketinggian air saat hujan turun malam hari, sebagaimana yang selama ini terjadi.

“Alat EWS ini bantuan dari Pusat Studi Bencana LPPM UNS,” jelas Dwinanto, Kades Krandegan.

Dijelaskan pula oleh Dwinanto, Desa Krandegan merupakan salah satu desa di Kabupaten Purworejo yang rawan banjir. Hal ini karena adanya dua sungai yang melewati wilayah ini, Sungai Dulang dan Sungai Jali. Bahkan kedua sungai itu bertemu di desa ini.

Dengan kondisi itu, hampir setiap tahun terjadi banjir dengan kedalaman yang berbeda di Desa Krandegan.

” Banjir terbesar selama ini terjadi di tahun 2016, dimana ratusan rumah dan puluhan hektar tanaman padi terendam air menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah,” ungkap Dwinanto.

Oleh sebab itu, mitigasi bencana banjir menjadi salah satu perhatian Pemdes Krandegan. Sebagai Desa Digital di Purworejo, desa ini sebenarnya sudah memiliki alat deteksi dini banjir sederhana.

Karena adanya keterbatasan alat tersebut, Pemdes Krandegan mencoba mencari terobosan untuk menyempurnakannya. Hal ini direspon pihak UNS, dengan memberikan bantuan berupa alat EWS.

“Ini adalah hasil kerjasama kami dengan dunia perguruan tinggi, khususnya UNS Solo yang kebetulan juga almamater saya,” kata Dwinanto.

Kepada pihak UNS, Dwinanto mengucap banyak terimakasih. Dia berharap, alat tersebut bisa membawa manfaat yang besar bagi masyarakat, dan bisa terjaga kelestariannya.

Meski dipasang di Krandegan, kata Dwinanto, alat tersebut juga membantu warga di desa sekitar yang dilalui oleh Sungai Jali dan Sungai Dulang.

“Dengan adanya alat ini, deteksi akan adanya banjir lebih dini bisa dilakukan dan diantisipasi guna mengurangi resiko dan kerugian yang lebih besar,” pungkas Dwinanto. (Jon)