Festival UMKM Bali Jagadhita Libatkan 60 Usaha Ekonomi Binaan Bank Indonesia

oleh
Pembukaan Bali Jagadhita VII - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Bali Jagadhita VII merupakan festival UMKM yang digelar oleh Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali. Tahun ini masuk tahun ketujuh.

Event tersebut menampilkan showcase, talkshow, perlombaan dan musik. 60 UMKM binaan Bank Indonesia se Bali Nusra ikut terlibat dalam penyelenggaraan selama tiga hari itu, 5-7 Juni 2026.

Puluhan usaha kerakyatan yang terlibat memperkenalkan brand mereka mulai dari makanan dan minuman, kriya, fesyen, serta sektor kreatif. Kegiatan tahun ini dipusatkan di Mal Bali Galeria, Badung.

“Event ini jadi ajang promosi yang dilaksanakan secara integral untuk memperkuat perekonomian Bali yakni, perdagangan, pariwisata dan investasi yang berkualitas,” kata Kepala Bank Indonesia Bali Achris Sarwani.

Menurut Achris, sektor pariwisata di Bali menggerakkan sektor lain seperti pertanian, industri, UMKM, dan ekonomi kreatif. Bali Jagadhita menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong kinerja ekonomi daerah.

Sekaligus, menjaga stabilitas inflasi agar tetap berada dalam rentang sasaran. Kemampuan Bali mengendalikan inflasi menurut Achris, jadi modal penting mendorong aktivitas perdagangan, investasi dan pariwisata.

“Kami fokus menjaga pertumbuhan ekonomi pada 2026 di kisaran 5,5-6 persen,” ujarnya.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali Luh Ayu Aryani mengatakan, Bali Jagadhita 2026 ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, UMKM tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai penjaga budaya Bali.

“UMKM Bali punya peran penting dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus menjaga identitas budaya,” kata Luh Ayu.

Ia menambahkan, Bali tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi juga memperkuat ekonomi berbasis budaya lokal dan masyarakat, termasuk pengembangan desa wisata.

Bali Jagadhita menjadi agenda unggulan pengembangan UMKM dan perekonomian daerah. Tahun ini mengusung tema ‘Suddha Bumi Parahita’.

Tema itu menegaskan pentingnya pembangunan ekonomi yang selaras dengan pelestarian lingkungan di dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. (Way)