Inflasi di Bali Bulan Mei Ngacir di Angka 0,42 Persen Lampaui Nasional

oleh
Pasar murah untuk mengendalikan inflasi - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Laju inflasi di Bali pada Mei 2026 berada di angka 0,42%, atau lebih cepat ketimbang inflasi nasional di bulan yang sama sebesar 0,28% (mtm).

Naiknya suku bunga acuan BI Rate 5,25% masih tak berdaya menahan laju inflasi di pulau wisata dunia ini. Rupiah terus bergerak naik hampir menyentuh angka Rp18.000.

Kenaikan BI Rate sebesar 50 bps diharapkan agar masyarakat menahan diri untuk tidak meminjam uang di bank.

Sumber: Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali

Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan, inflasi bulan Mei didorong oleh kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi.

Termasuk, tekanan harga komoditas global yang turut memengaruhi dinamika pergerakan inflasi secara bulanan.

“Meskipun inflasi meningkat, level inflasi masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%,” kata Achris dalam keterangannya, Rabu, 3 Juni 2026.

Berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Mei 2026 bersumber dari kenaikan harga beras, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, dan angkutan udara.

Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga canang sari, tomat, bawang merah, jeruk, dan bawang putih.

Kabupaten Tabanan mengalami inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,54% (mtm) atau 2,78% (yoy).

Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,19% (yoy). Singaraja inflasi bulanan sebesar 0,37% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,17% (yoy).

Kabupaten Badung yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,25% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,64% (yoy).

Untuk membalikkan keadaan, Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali.

“Salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar. Termasuk, monitoring dan sidak pasokan LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan serta optimalisasi kerjasama antar daerah oleh Perumda pangan,” kata Achris. (Way)