KORANJURI.COM – Ketua Umum Pengprop POBSI Bali, dr Laksmi Duarsa resmi menutup Turnamen Nasional Biliar bertajuk 9 Ball RBC Bali HC 4&5 pada Sabtu (11/42026) malam di Rumah Biliar RBC Renon, Denpasar.
Ajang yang digelar dari tanggal 6-11 April tersebut memperebutkan total hadiah Rp 160 juta, dengan diikuti 256 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Januar Efendi alias Jabrik dari Ballistic Surabaya keluar sebagai juara dan berhak atas hadiah utama Rp. 100 juta. Di partai final yang berlangsung pukul 20.45 wita, Jabrik menaklukan pebiliar Yanu dari Bonero Madura
Usai pertandingan Januar Efendi menyatakan, bahwa dirinya harus berjuang keras untuk menekuk lawan-lawanya sejak penyisihan hingga berhadapan dengan Yanu yang dianggapnya lawan tangguh.
Alhasil, perjuangan kerasnya membuahkan hasil hingga dapat memenangkan kompetisi level Nasional ini yang digagas manajemen RBC dan POBSI Bali tersebut.
“Luar biasa sekali, terima kasih untuk RBC sudah melaksanakan turnamen, hingga saya akhirnya bisa Juara. Tekanannya tadi saat pertandingan luar biasa, tetapi mungkin hari ini hoki saya besar, sehingga bisa mengalahkan Yanu dari Bonero Madura,” ungkapnya.
Sementara Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Bali dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa mengapresiasi semangat atlet dalam melakoni pertandingan. Termasuk juga kolaborasi rumah biliar RBC dengan POBSI Bali yang cukup solid.
“Saya memberi apresiasi untuk Kabid Binpres kami yang merupakan owner RBC yang sudah mulai gaspol untuk menjaring bibit-bibit atlet. Mudah-mudahan ini hasilnya banyak sehingga tabungan jumlah atlet POBSI Bali semakin banyak, dan event ini harus terus dilakukan secara kontinyu,” ujarnya.
Di tempat yang sama, owner RBC sekaligus Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) POBSI Bali Edward Sandjaja Ikhwan mengungkapkan 9 Ball Bali HC 4&5 ini merupakan event baru yang dirancang untuk menjaring bibit-bibit potensial Bali. Turnamen ini juga untuk menguji kemampuan atlet-atlet Bali untuk bersaing di level Nasional.
“Kali ini memang kita mencoba ide baru dengan mempertandingkan HC 4&5 se-Indonesia. Biasanya kita di RBC menyelenggarakan yang tingkat Internasional. Tapi tahun ini kita menambah event baru HC 4&5 Nasional tujuannya untuk menjaring bibit-bibit.
Jadi atlet-atlet Bali yang biasanya tidak mampu bersaing di level Internasional, bisa mengikuti turnamen ini, dan terbukti ada 20 atlet Bali yang ikut serta dari biasanya kalau di Internasional hanya 5 hingga 8 orang saja yang berani ikut,” tuturnya.
Edward menambahkan event ini juga menjadi strategi tim Binpres POBSI Bali untuk menambah jumlah atlet biliar Bali dalam jangka panjang dan diproyeksikan naik level menjadi atlet-atlet PON 5 hingga 10 tahun mendatang. (Yan Daulaka)





