Dharma Pertiwi Rayakan HUT Ke-55 Tahun, Ini Kegiatannya di Kodam IX/Udayana

    


Peringatan HUT ke-55 Dharma Pertiwi di Kodam IX/Udayana - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Dharma Pertiwi kini telah berusia 55 tahun. Organisasi perempuan dari tiga Matra TNI itu terdiri dari Persit, Jalasenastri dan PIA Ardhya Garini.

Puncak peringatan HUT Ke-55 Dharma Pertiwi Daerah J di lingkungan Kodam IX/Udayana digelar di Aula Makodam pada Selasa, 30 April 2019. Kegiatan itu dipimpin oleh Ketua Dharma Pertiwi Daerah J Ny. Riza Benny Susianto.

“Pengabdian Dharma Pertiwi sebagai istri prajurit TNI sangatlah berperan penting dalam pembangunan bangsa, dan selama lima puluh lima tahun, bukanlah waktu yang pendek,” kata Riza membacakan amanat Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Hadi Tjahjanto, Selasa, 30 April 2019.

Tema yang diusung yakni, ‘Dharma Pertiwi Berperan Aktif Dalam Mencerdaskan dan Mensejahterakan Keluarga TNI Serta Peduli Terhadap Kesehatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup’.

Menurut Riza, Dharma Pertiwi merupakan totalitas pengabdian kepada keluarga, organisasi maupun masyarakat. Dharma Pertiwi telah melakukan berbagai aktivitas dan kegiatan sosial.

“Selain itu juga melaksanakan hal-hal positif terkait kecintaan dan pelestarian alam kepada lingkungan hidup, sehingga menjadi bukti nyata bahwa Dharma Pertiwi benar-benar memberikan kontribusi positif dalam rangka mendukung tugas pokok TNI,” jelas Riza Benny Susianto.

Membacakan sambutan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, sebagai Pembina Dharma Pertiwi Daerah J, Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf I Kadek Subawa mengatakan, hari ulang tahun merupakan momen evaluasi dan refleksi diri.

Sehingga, dapat mengukur kelebihan dan kekurangan untuk pengabdian dimasa mendatang yang lebih optimal.

“Ibu-ibu Dharma Pertiwi harus mampu memainkan beberapa peran, baik sebagai isteri prajurit, anggota organisasi, ibu rumah tangga, anggota masyarakat serta wanita karier,” jelas Pangdam IX/Udayana.

Dalam rangkaian kegiatannya, digelar beberapa lomba antara lain,
kegiatan Gemar Menabung, Gemar Makan Ikan, Gemar Menanam Pohon, Kunjungan ke Pengusaha Wanita Inspiratif, Panen Telur, Gerakan Pilah Sampah Jadi Emas, Lomba Tari Bali Kontemporer, Donor Darah, Anjangsana di RSAD dan RS Sanglah, Ziarah Rombongan, serta yang terakhir yakni Puncak Acara HUT ke 55 Dharma Pertiwi.

Secara historis, Dharma Pertiwi disahkan pada 6 Maret 1972 dengan tujuan untuk meningkatkan peranan wanita Indonesia dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Sekaligus, memberikan semangat serta motivasi kepada suami dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai bagian dari kekuatan pertahanan maupun komponen pembangunan bangsa. (*)