Butuh Waktu Berbulan-bulan dan Biaya Jutaan Rampungkan Penjor Megah untuk Festival

oleh
Ketua Sekeha Teruna Teruni (STT) Satya Hredhaya, Banjar Dukuh, Desa Adat Serangan Ni Kadek Nani Purnama Dewi - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Enam Banjar di Desa Adat Serangan, Denpasar bersiap menampilkan karya penjor terbaiknya di Serangan Penjor Festival III. Setiap penjor dibuat dengan makna filosofi mendalam.

Karena melambangkan Gunung Agung yang disucikan umat Hindu Bali serta Naga Basuki lambang kesejahteraan. Tidak mengherankan jika pembuatan satu buah penjor akan memakan waktu berbulan-bulan.

BERITA LAIN
Menjaga Nilai Spiritual 8 Pura Sakral di KEK Kura Kura Bali

Karya mereka akan dinilai oleh juri lomba dan dipasang di halaman Pura Sakenan, Denpasar, untuk merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Ketua Sekeha Teruna Teruni (STT) Satya Hredhaya, Banjar Dukuh, Desa Adat Serangan Ni Kadek Nani Purnama Dewi mengatakan, penjor yang dibuat berjudul ‘Kewangen’ atau sesuatu yang harum.

“Proses pembuatannya sudah dimulai di pertengahan bulan April hingga bulan Juni ini, menuju hari raya Kuningan,” kata Nani, Rabu, 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan, makna Kewangen dari penjor tersebut merepresentasikan persembahan yang terdiri dari enam warna berbeda. Setiap warna mengandung makna filosofi.

Selain itu, penjor yang dibuat harus mengacu ketentuan lomba, setinggi 10 meter di atas tanah dan pangkal bambu yang ditanam sedalam 1 meter.

“Untuk biaya pembuatan kami menghabiskan di atas Rp8 juta,” ujarnya.

Penjor yang dibuat bukan sekedar indah tapi berfungsi sebagai sarana upakara. Karena itu, kata Nani, harus ada kelengkapan hasil bumi seperti pala bungkah, jenis umbi-umbian yang tumbuh di dalam tanah hingga padi.

Pelaksanaan Festival Penjor tahun ini bertepatan dengan upacara suci Puja Wali Pura Dalem Sakenan.

Ketua Pelaksana Festival Penjor Audi asal Banjar Kaja, Desa Adat Serangan menilai, semangat muda mudi terlihat dalam proses persiapan.

Mereka belajar nilai gotong royong atau ngayah untuk menjaga identitas budaya di tengah jaman yang semakin moderen.

“Para muda mudi itu akan menampilkan karya terbaiknya di Serangan Penjor Festival 2026,” kata Audi.

Banjar yang terlibat sebagai peserta lomba penjor yakni, Sekehe Teruna Teruni dari Banjar Dukuh, Peken, Ponjok, Kawan dan Banjar Tengah. (Way)