Bunda Putri: Pengamalan 10 Program Pokok PKK Membantu di Masa Pandemi

    


Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengajak para kader PKK untuk menghayati dan mengamalkan butir-butir yang terkandung dalam 10 program pokok PKK.

Menurutnya, Gerakan PKK di masyarakat memiliki peran yang strategis. Banyak hal yang bisa dilakukan PKK sesuai 10 program pokok PKK, baik itu meliputi sandang, pangan, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

“Seperti misalnya, penataan halaman rumah dengan tanaman yang bermanfaat bagi keluarga seperti, sayur mayur dan bumbu dapur. Sehingga halaman yang asri, teratur, indah dan nyaman (HATINYA) PKK dapat terwujud di setiap rumah,” kata Putri Koster di Kantor Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Jumat (12/2/2021),

Demikian pula dengan kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Posyandu serta kegiatan yang menyentuh langsung sampai satuan terkecil keluarga.

“Penting sekali bagi kader PKK untuk mengetahui, menghayati sekaligus mengamalkan apa yang tercantum dalam 10 program pokok PKK. Kader PKK harus bisa menjadi contoh dan memberi contoh di tengah masyarakat,” jelasnya.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini juga memastikan, bahwa Pemerintah Provinsi Bali akan terus berupaya mendukung pergerakan dari PKK. Tidak hanya terkait konsolidasi dan koordinasi, Pemprov Bali juga akan menyalurkan dukungan dana melalui BKK sebesar Rp 500 juta kepada seluruh kabupaten/kota se-Bali.

“Kita semua harus bekerja, bersinergi dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga, kita mantapkan program kerja sehingga kehadiran dan peran PKK dapat dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster juga mengajak masyarakat menggunakan produk-produk kerajinan IKM maupun UMKM di Bali.

Hal itu secara tidak langsung membantu perajin untuk tetap bertahan dan produktif di tengah pandemi. Keberlangsungan produk-produk kerajinan lokal bisa tetap terjaga.

“Kita semua harus bangkit, optimistis, kita harus tetap bergerak. Lakukan kegiatan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Di satu sisi kita terhindar dari virus dan di sisi lain, ekonomi kita bisa selamat,” ujarnya. (Way/*)