KORANJURI.COM – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) terus memacu penetrasi promosi pariwisata Indonesia di pasar internasional. Kali ini, BPOB membidik pasar potensial India melalui kolaborasi strategis bersama para pemengaruh digital (influencer / Key Opinion Leaders) mancanegara pada 2–6 November 2026.
Langkah berbasis pemasaran digital berorientasi pengalaman (experience-based marketing) ini diselenggarakan berkat sinergi BPOB bersama AirAsia, Pemerintah Daerah, Loman Park Hotel Yogyakarta, serta InJourney (InJourney Airports dan InJourney Destination Management).
Selama kurun waktu tersebut, para konten kreator asal Negeri Bintang Film diajak menjelajahi lanskap budaya, alam, hingga kuliner khas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah untuk kemudian diproduksi menjadi konten digital inspiratif bagi pengikut (followers) mereka di negara asal.
Rangkaian Familiarization Trip (Fam Trip) ini mengajak para influencer mengunjungi sederet destinasi ikonik, antara lain Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, Candi Borobudur, dan Keraton Yogyakarta, pertunjukan Sendratari Ramayana, kawasan Borobudur Highland, Desa Wisata Nglanggeran, hingga Pantai Drini di Gunungkidul, mencicipi hidangan autentik lokal seperti Gudeg, Bakmi Jawa, dan Bakpia.
Pendekatan ini dinilai efektif membidik calon pelancong internasional melalui visual foto, video, dan narasi perjalanan yang lebih dekat serta relevan.
Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Neysa Amelia, menegaskan pentingnya strategi promosi kreatif ini dalam menggaet pasar India.
Menurut Netsa, India merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Melalui kolaborasi dengan para influencer, kami ingin menghadirkan pengalaman langsung mengenai kekayaan destinasi Yogyakarta dan Jawa Tengah yang kemudian dapat dibagikan kepada audiens yang lebih luas.
“Pendekatan ini diharapkan mampu membangun ketertarikan wisatawan sejak mereka mengenal destinasi melalui platform digital,” ujar Neysa, Kamis (05/11/2026).
Dikatakan, promosi pariwisata perlu dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Diharapkan keterlibatan para influencer dapat memperluas eksposur destinasi sekaligus mendorong minat kunjungan wisatawan India.
“Dengan dukungan konektivitas dan kesiapan ekosistem destinasi, promosi yang dilakukan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara,” tambah Neysa.
Program ini sekaligus menjadi tindak lanjut nyata dari momentum historis kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi ke Candi Prambanan pada 8 Juli 2026 lalu.
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata juga telah mengawali langkah pembuka dengan menggelar Fam Trip bagi para pelaku industri perjalanan wisata (travel agent/tour operator) asal India ke Candi Borobudur dan Prambanan pada Agustus 2026.
Pasar India menunjukkan tren pertumbuhan yang makin kuat di Indonesia, dimana pada tahun 2023 ada 606.439 kunjungan, tahun 2025 ada 734.490 kunjungan dan Januari – Agustus 2026 ada 477.516 kunjungan.
Aksesibilitas menuju destinasi unggulan kini makin mudah berkat ketersediaan 10 rute penerbangan AirAsia dari berbagai kota di India menuju Yogyakarta International Airport (YIA) dan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang melalui hub Kuala Lumpur.
Melalui sinergi erat lintas pemangku kepentingan ini, BPOB berkomitmen menghadirkan strategi promosi yang inovatif guna memperkuat posisi Yogyakarta dan Jawa Tengah di panggung pariwisata global.(Jon)
