KORANJURI.COM – Yayasan Cakrawala Saka Internasional bekerja sama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sumberrejo menggelar workshop “Peranan Media dalam Partisipasi Politik” di Desa Sumberrejo, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Minggu (01/11/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih bijak menyikapi arus informasi di media sosial, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkades maupun pemilu.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 300 peserta warga Sumberrejo ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Komisioner KPU Purworejo Imam Turmudi dan aktivis Purworejonya ID, Ade Nugroho.
Turut hadir pula Anggota DPRD Awan Yoga dan Gus Afif, Kepala Dinkominfostasandi Ganis Pramudito, perwakilan Bakesbangpol, Dinas Koperasi, Kepala Desa Sumberrejo H. Sugito, PIC Agrinas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua Yayasan Cakrawala sekaligus Ketua KDMP Sumberrejo, Muhammad Fahrur Ngizza, S.E., mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keresahan melihat rendahnya kehati-hatian masyarakat dalam menerima informasi digital saat ini.
“Begitu ada postingan, langsung ikut berasumsi ‘oh ini seperti ini’ dan menjustice suatu informasi tanpa kontrol. Melalui workshop ini, kami berharap masyarakat lebih tergugah, tidak sekadar like, dan tidak serta-merta memandang semua yang ada di media sosial itu pasti benar,” ujar Fahrur Ngizza.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan desa, Yayasan Cakrawala juga membagikan voucher senilai Rp50.000 per orang bagi peserta yang hadir. Total anggaran sebesar Rp15 juta tersebut dialokasikan guna menunjang operasional serta survei pemetaan ekonomi masyarakat oleh KDKMP Sumberrejo.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Dinkominfostasandi) Kabupaten Purworejo, Ganis Pramudito, yang hadir mewakili bupati. Dalam sambutannya, Ganis memaparkan sejumlah poin penting terkait perkembangan digitalisasi dan Program Strategis Nasional (PSN):
Disampaikan, Desa Sumberrejo menjadi salah satu dari 177 desa di Purworejo yang siap menjalankan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setelah lolos verifikasi.
Ganis menyebutkan bahwa era digital saat ini serba bebas (free), serba cepat (fast), and lekat dengan konten hiburan (funny). Ia mengingatkan warga untuk memanfaatkan kemudahan teknologi ini secara positif dan produktif.
“Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya di media sosial. Menggunakan media sosial untuk saling sindir antar tetangga atau menyerang perangkat desa dapat berurusan dengan Undang-Undang ITE,” pesan Ganis.
Pemerintah berharap masyarakat Sumberrejo dapat terus menjaga keamanan, kelancaran, serta kerukunan sebelum dan pasca-Pilkades yang tak lama lagi akan digelar demi mewujudkan Purworejo yang damai dan kondusif.
Kepala Desa Sumberrejo, H. Sugito, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan edukatif ini.
Menurutnya, literasi digital dan pemahaman teknologi merupakan kunci utama agar masyarakat desa tidak tertinggal di era modern.
“Sangat bagus karena memang ini salah satu edukasi untuk masyarakat ya. Biar bagaimana pun juga, suatu desa itu bisa maju apabila semua masyarakatnya paham tentang era digitalisasi. Seperti acara di hari ini, komunikasi dan kemajuan zaman harus kita ikuti supaya masyarakat juga melek komputerisasi,” ujar H. Sugito.
Ia juga menambahkan bahwa kemajuan teknologi saat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi semata, melainkan dapat dioptimalkan untuk mendorong sektor-sektor produktif di desanya.
“Banyak alat komunikasi dan platform digital yang bisa membantu untuk kemajuan, baik itu dari sektor pertanian, perdagangan ritel, dan bidang-bidang lainnya,” imbuhnya.(Jon)
