Borobudur jadi Destinasi Super Prioritas, Ini Penataan yang akan Dilakukan

    


Candi Borobudur - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Candi Borobudur masuk dalam destinasi super prioritas yang akan dikembangkan dengan strategi, inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Pemerintah melalui Kemenparekraf akan menyiapkan program sertifikasi cleanliness, health, safety and environmental sustainability CHSE) gratis bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.

Sertifikasi merupakan panduan protokol kesehatan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penularan virus corona.

“Juga program stimulus bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat bangkit dari pandemi covid-19,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Pengembangan Desa Wisata juga menjadi bagian dari pilar pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Dari 244 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas, termasuk DPSP Borobudur dan akan diperluas.

“Program ini harus mencakup desa wisata di setiap DPSP. Kita harapkan desa wisata
mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja,” kata Sandiaga.

Sementara, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, pengembangan dan pemanfaatan Kawasan Candi Borobudur harus memperhatikan unsur yang dibutuhkan cagar budaya kelas dunia.

“Secara prinsip Kemendikbud mendukung upaya pengembangan, tentu tetap mengacu dan memperhatikan unsur-unsur yang harus dipenuhi sesuai dengan tata cara pelestarian cagar budaya,” kata Nadiem.

Beberapa pembangunan yang sedang direncanakan perlu didalami dan disempurnakan.

“Agar nilai-nilai yang terkandung di dalam Kawasan Candi Borobudur dan budaya luhur yang melingkupinya dapat kita pertahankan dan lindungi sepanjang masa,” ujarnya. (Way)