KORANJURI.COM – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) melaksanakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Desa Wisata Nglinggo sebagai langkah strategis dalam pengembangan kawasan pariwisata sekaligus peningkatan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) di Zona Otorita Borobudur.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 24 April 2026, bertempat di Amphiteater Deloano Glamping, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Turut hadir dalam PKS ini, anggota DPRD Kulon Progo, Hj. Dra. Keksi Wuryaningsih, Kepala Desa Pagerharjo Widayat, Dukuh Nglinggo Barat Teguh Kumoro, Dukuh Nglinggo Timur Hendi dan Ketua Umum Desa Wisata Nglinggo Antonius Nugroho.
Selain itu, hadir pula jajaran Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) yang terdiri dari Plt. Direktur Utama Yusuf Hartanto, Plt. Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Novita Dwihapsari, Direktur Destinasi Pariwisata Neysa Amelia dan Satuan Pemeriksaan Intern Yusuf Indrajaya beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Plt. Direktur Utama BPOB Yusuf Hartanto menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah maju dalam kolaborasi penambahan atraksi wisata di kawasan Borobudur Highland.
“Ini menjadi salah satu langkah maju untuk kita semua dalam rangka kolaborasi penambahan atraksi di lahan Kawasan Borobudur Highland. Tentunya ini mempunyai dampak positif baik untuk BPOB maupun Desa Wisata Nglinggo,” ujar Yusuf.
Dampak bagi masyarakat ke depannya untuk peningkatan ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung dan imbasnya adalah peningkatan kunjungan wisatawan. Dengan adanya penambahan atraksi, ekosistem di kawasan Nglinggo juga akan tercipta.
“Makin banyak atraksi, makin banyak pilihan, makin banyak wisatawan akan berkunjung ke kawasan Nglinggo yang terdiri dari tiga perbatasan kabupaten, yaitu Kulon Progo, Magelang, dan Purworejo, yang merupakan segitiga emas,” imbuhnya.
Ketua Umum Desa Wisata Nglinggo, Antonius Nugroho, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya perjanjian kerja sama ini.
“Kami berharap kerja sama ini akan membawa kemajuan terutama untuk Desa Wisata Nglinggo dan BPOB ke depannya, serta memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar. Karena tujuan kami tidak lain adalah dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” ungkap Antonius.
Dukungan juga disampaikan oleh Keksi Wuryaningsih selaku Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo yang menekankan bahwa sektor wisata harus terus berkembang.
“Wisata akan tetap dan harus berkembang. Semoga BPOB berkembang dengan baik, wisata berkembang dengan baik, sehingga akan menjadi benar-benar berkah untuk kita bersama, memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar dan kita semuanya,” ujar Keksi. (Jon)
