KORANJURI.COM – EBC Financial Group bersama Komunitas Trader Next Level mengenalkan pola baru dalam trading dengan memanfaatkan akal imitasi atau artificial intelligence (AI).
Trading Educator Edho Masedo mengatakan, AI Trading menjadi pendekatan moderen yang relevan di tengah dinamika pasar yang kompleks dan bergerak cepat.
“AI Trading dapat menjadi alat bantu yang memperkuat disiplin dan objektivitas trader dalam membaca peluang pasar,” kata Edo di Badung, Bali, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, kemampuan robot pintar itu bukan untuk menggantikan peran trader. Namun, bagian dari sistem yang mendukung dan membantu membuat keputusan berdagang secara terukur.
“Terutama dalam menganalisa dan memanejemen risiko,” ujarnya.
Pemanfaatan AI Trading ini, menjadi bagian penting dari transformasi industri trading moderen. Pendekatan berbasis teknologi membantu trader mengambil keputusan yang lebih adaptif di tengah volatilitas pasar global.
“Dukungan EBC Financial Group dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong literasi finansial dan pengembangan kemampuan trader di Indonesia,” jelas Edo.
Dirinya berharap, edukasi yang diberikan akan mendorong lahirnya trader yang terampil secara teknikal dan memiliki mindset kuat dalam menghadapi tantangan pasar global.
User EBC Financial Group Husni Susanto menambahkan, dunia trading mengenal rahasia 3M yakni, Mindset, Money Management dan Method.
Menurut Husni, pola mindset yang perlu dipahami adalah, bahwa trading bukan menjadi sarana untuk cepat kaya. Tapi, untuk mereka yang mau berkembang secara konsisten.
“Anggaplah kita dalam sebulan dapat keuntungan 10-20 persen dari apa yang sudah kita perdagangkan, itu lebih baik daripada mengejar keuntungan yang pada akhirnya harus terhenti di tengah jalan,” kata Husni.
Ia juga menekankan hal yang membedakan antara penjudi dan trader. Kondisi itu terjadi ketika terjadi loss tapi masih punya modal untuk berdagang
“Kalau kamu salah sepuluh kali tapi masih punya modal itu namanya trader, bukan penjudi,” ujarnya.
Sedangkan, metode adalah menguasai satu strategi untuk memenangkan ‘pertandingan’. Bukan mencoba menguasai banyak strategi yang menghabiskan waktu dan kapital. (Way)
