Bali Kebut Kampanye PLTS Atap dan Kendaraan Listrik Baterai, Target Selesai 2028

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster membuka event Indonesia Carbon and Biodiversity Summit (ICBS) 2026, Nusa Dua, Selasa, 8 September 2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bali punya ambisi besar mewujudkan energi bersih melalui mekanisme penerapan PLTS Atap dan transportasi berbasis baterai.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, seharusnya Bali sudah memulai transformasi energi itu sejak tahun 2019. Namun, langkah itu terkendala pandemi global.

“Tahun ini akan digencarkan secara masif kampanye penggunaan PLTS Atap dan kendaraan listrik berbasis baterai,” kata Koster di event Indonesia Carbon and Biodiversity Summit (ICBS) 2026, Nusa Dua, Selasa, 8 September 2026.

Penerapan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai itu ditargetkan akan terealisasi dalam waktu tiga tahun ke depan atau di tahun 2028.

Koster mengungkapkan, 90 persen pencemaran udara bersumber dari pembakaran menggunakan bahan bakar fosil seperti pembangkit listrik maupun kendaraan mesin yang membutuhkan bahan bakar minyak.

“Kami kerjasama dengan PLN termasuk membangun infrastruktur nya seperti charger, SPKL sudah mulai di kerjasama kan dengan PLN,” ujarnya.

Koster mengatakan, langkah Bali menuju energi bersih dan terbarukan bergayung sambut dengan upaya pemerintah pusat dan presiden Prabowo Subianto.

“Mengapa mendapat respon? Karena bahan bakar ini terus mengalami penurunan produksi. Tidak bisa lagi selamanya menggantungkan pada bahan bakar. Gas, batu bara, minyak, itu tidak bisa,” kata Koster.

Menurutnya, Bali memiliki potensi alam yang cukup besar terutama sumber energi yang dihasilkan melalui matahari. Termasuk, energi listrik yang dihasilkan dari gelombang yang saat ini tengah diteliti di perairan Nusa Penida.

Upaya transisi energi itu dikuatkan melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Kebijakan Bali Energi Bersih.

“Kami sedang gencar sekarang menerapkan program PLTS atap. Tadinya kami mengalami kesulitan dengan PLN. Karena PLN udah biasa, karena di situ banyak bisnis tambang, kalau pakai PLTS yang banyak, maka bisnisnya akan menurun,” jelas Gubernur. (Way)