APPMB: Pembukaan Penerbangan Internasional Ngurah Rai Tak Dipayungi Regulasi

    


Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) I Wayan Puspa Negara - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan internasional mulai Kamis (14/10/2021) belum mencatat adanya kunjungan dari 19 negara yang diijinkan masuk ke Bali.

Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) I Wayan Puspa Negara menyoroti landing airliner di bandara I Gusti Ngurah Rai yang jumlahnya masih nol. Menurut Puspa Negara, terbitnya Surat Keputusan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 cukup membingungkan.

SK Ketua Satgas itu tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional.

“Terlihat secara eksplisit di SK ini pada bagian ke satu, bahwa entry point atau pintu masuk Internasional hanyalah 2 bandara yakni, Soetta dan Sama Ratulangi, tentu ini sangat tidak sinkron dengan upaya pembukaan Bandara Ngurah Rai secara Internasional yang jelas tak dipayungi regulasi,” jelas Puspa Negara, Jumat, 15 Oktober 2021.

Puspa Negara juga menyoroti kebijakan karantina meski telah diturunkan menjadi 5 hari. Ia memaparkan, perjalanan wisman berdasarkan lenght of stay di Bali rata-rata 5 hari.

“Artinya habis waktunya untuk karantina. Di sisi lain Thailand untuk masuk ke Phuket tidak mengenakan karantina tetapi wajib vaksin lengkap,” kata Puspa Negara.

Selain itu, pemerintah juga perlu menguatkan posisi tawar yang kuat dengan 19 negara diininkan penerbangan langsung ke Bali. Sejauh ini, kata Puspa Negara, belum ada satupun dari 19 negara itu menyatakan akan bersedia mengirim turisnya ke Bali.

Dijelaskan lagi, kebijakan itu menjadi tidak sinkron, ditambah rencana Arrangement Travel Corridor (ATC) dengan 19 Negara yang belum pasti. Terutama, menyangkut maskapai penerbangan yang akan meminta slot mendarat di Bali mulai 14 Oktober 2021.

“Akibatnya 14 Oktober tidak ada satupun maskapai asing masuk ke Bali. Bahkan dari 19 negara yang diberi angin untuk masuk, tidak ada kabar,” ujarnya.

“Kita perlu belajar dari Thailand yang mana per 1 November 2021 Thailand sudah membuka Bangkok untuk internasional,” tambah Puspa Negara. (Way)