Anggota Pramuka Saka Wira Kartika SMK TKM Purworejo Ikuti Pembinaan

    


Ketua Kwarcab Kabupaten Purworejo Kak Pram Prasetyo Achmad, saat memberikan materi tentang kepramukaan dan kepemimpinan di hadapan anggota Pramuka Saka Wira Kartika SMK TKM Purworejo, Rabu (16/06/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 360 anggota Pramuka Saka Wira Kartika SMK TKM Purworejo binaan TNI AD (Kodim 0708 Purworejo), mengikuti pembinaan sebelum mereka dikukuhkan. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X, yang terbagi menjadi dua kelompok, dan dilaksanakan dalam dua gelombang.

Gelombang pertama, dilaksanakan dari Senin (14/07/2021) hingga Selasa (15/06/2021) dan gelombang dua dari Rabu (16/06/2021) hingga Kamis (17/06/2021).

Menurut Kepala SMK TKM Purworejo, Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd, kegiatan pembinaan tersebut baru bisa dilaksanakan saat ini. Karena pada saat awal tahun pelajaran baru 2020/2021, sedang awal Pandemi, dan semua kegiatan dilarang.

“Materi yang disampaikan selama pembinaan, ketamansiswaan, kepramukaan dan kepemimpinan oleh Kwarcab, kesehatan oleh Dinkes, Wawasan Kebangsaan dari Dandim 0708 Purworejo, praktek pendirian tenda, PBB dasar dan PBB lanjut, Krida, dan diakhiri dengan upacara pengukuhan,” jelas Ki Gandung, Rabu (16/06/2021).

Materi PBB (Peraturan Baris Berbaris) dimunculkan, menurut Ki Gandung, karena PBB merupakan salah satu bentuk pendidikan disiplin pada siswa.

Wawasan Kebangsaan, kata Ki Gandung, memberi bekal pada siswa, karena mereka calon pemimpin masa depan, sehingga harus betul-betul memiliki pemahaman yang luar biasa tentang wawasan kebangsaan.

Kak Pram Prasetyo Achmad, selaku Ketua Kwarcab Kabupaten Purworejo, yang menyampaikan materi tentang kepramukaan dan kepemimpinan, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, bahwa membicarakan Pramuka, pasti membicarakannya tentang kesiapan generasi.

“Kalau kita bicara tentang kepemimpinan, kita bicara tentang pentingnya memiliki bekal yang cukup,” kata Kak Pram.

Dalam penyampaian materi, kata Kak Pram, mengarah pada utamanya pemahaman tentang karakter. Karakter yang terkait dengan aspek kebangsaan, maka disampaikan beberapa hal, yakni dari pemahaman kesadaran kebangsaan, kesadaran bernegara, nasionalisme dan patriotisme.

Dari empat hal tersebut, ada pengimplementasian dalam bentuk hal-hal yang terkait dengan aspek teknis.

Dengan pemahaman karakter tersebut, memiliki pemahaman yang kuat, bagaimana membawakan dirinya dan lingkungannya. Dan itulah yang menjadikannya sadar tentang pentingnya pemahaman.

“Itulah jiwa kepemimpinan, bagaimana menjadi individu, yang bermakna, namun dengan berbekal kesadaran kebangsaan yang kuat,” pungkas Kak Pram. (Jon)