Al Azhar Solo Baru Gelar Simulasi Tanggap Bencana Gempa

    


Para siswa SMP dan SMA Al Azhar Solo Baru saat mengikuti simulasi tanggap bencana - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Suara gempa bergemuruh membuat panik seluruh siswa sekolah Al Azhar Solobaru pada Selasa siang (12/11/2019) saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung.

Di depan pintu ruang kelas di lantai satu, tampak kepulan asap kebakaran. Sementara itu ratusan siswa berlarian keluar dari ruang kelas di lantai 2 dan 3 turun ke tempat yang aman dari bahaya gempa.

Kejadian gempa yang menimpa sekolah Al Azhar Solo Baru rupanya hanya simulasi tanggap bencana yang dilalukan yayasan Al Azhar Solobaru bersama tim dari Basarnas Jawa Tengah Pos Surakarta. Mengingat kondisi bangunan sekolahan saat ini yang menggunakan konstruksi bertingkat, sehingga simulasi tanggap bencana penting dilakukan.

Kartika Dewi, Direktur Al azhar Solo baru - foto: Koranjuri.com

Kartika Dewi, Direktur Al azhar Solo baru – foto: Koranjuri.com

“Agar siswa, guru dan para karyawan mampu melakukan penyelamatan mandiri saat terjadi bencana,” jelas Kartika Dewi, Direktur Pendidikan Al Azhar Solobaru.

Dikatakan, saat ini simulasi tanggap bencana di setiap instansi penting dilakukan, mengingat kerawanan yang di timbulkan pada saat proses evakuasi.

Jalur evakuasi, titik aman dan upaya penyelamatan mandiri harus di simulasikan untuk mengurangi terjadinya banyak korban. Termasuk kesiapsiagaan PMR (Palang Merah Remaja) siswa Al Azhar terhadap kondisi darurat.

Kartika menambahkan, sebelumnya para siswa sudah memperoleh edukasi penanganan tanggap darurat dari tim Basarnas. Sehingga simulasi perlu dilakukan sebagai cara siswa mempraktekan langsung materi penanganan bencana yang selama ini ia peroleh.

Sementara, ketua tim simulasi dari Basarnas Jawa Tengah Pos SAR Surakarta, Tri Puji mengungkapkan, Direktorat Pendidikan Al Azhar bekerjasama dengan Basarnas melakukan simulasi kesiapsiagaan bencana guna membuat sekolah tanggap bencana serta pengenalan materi tentang rescue.

Diungkapkan Tri Puji, selama ini Al Azhar Solobaru sudah menerapkan fungsi kode darurat untuk mengkoordinasikan seluruh sumber daya apabila terdampak bencana ataupun dalam situasi darurat.

“Mengingat negara indonesia secara geografis terletak pada tiga lempeng aktif yg selalu menimbulkan gerakan bumi atau gempa,” jelas Tri Puji.

Kegiatan simulasi imbuh Tri Puji, diikuti sebanyak 530 siswa SMP dan SMA Al Azhar Solobaru beserta para ustad, ustadjah, guru dan karyawan. Serta dipantau langsung oleh Basarnas Pos Surakarta.

Melalui kegiatan simulasi tanggap bencana, Tri Puji berharap Direktorat Pendidikan Al Azhar dan para murid dapat memahami sejak dini tentang apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana gempa bumi.

“Karena saat ini sudah memasuki musim pancaroba ke penghujan sehingga tidak salahnya kita selalu tanggap dan sigap dalam upaya pencegahan atas ancaman bencana alam,” jelasnya. (JK)