KORANJURI.COM – Pemprov Bali memberikan apresiasi terhadap wisman di Bali atas pencapaian pungutan wisatawan asing (PWA). Penghargaan disampaikan dalam bentuk video visual dan info grafis yang mulai rilis pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, apresiasi dan penghargaan itu diharapkan dapat mengoptimalkan pencapaian PWA di tahun 2026 dengan target Rp500 miliar.
“Hari ini akan kita sebarkan, yang akan ditayangkan melalui media platform, dan ini juta mendapatkan dukungan dari Kemenpar, beliau sangat mendukung, seluruh deputinya hari ini sudah di-share videonya dan info grafisnya,” kata Koster di Denpasar, Sabtu, 16 Mei 2026.
Koster mengatakan, pelaksanaan pungutan wisatawan asing di Bali juga mendapatkan dukungan dan Jamintel Kejaksaan Agung dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sejak berlaku, Perda Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2025 hasil revisi dari Perda Nomor 6 Tahun 2023, masih membutuhkan penyesuaian dalam implementasinya.
“Namun tidak ada penyelewengan karena semua langsung masuk melalui rekening di BPD Bali, jadi tidak ada yang bersentuhan langsung dengan pungutan, semua pembayaran dilakukan melalui sistem aplikasi We Love Bali,” kata Koster.
Koster mengungkap, dari jumlah wisman yang berkontribusi membayarkan PWA sepanjang tahun 2024 hingga 2025, lebih dari 96 persennya membayar kewajibannya sebesar $10, sebelum mereka berangkat ke Bali.
“Ini yang bagus banget dan sangat disiplin. Ini sesuatu yang sangat membanggakan dan karena ini kebijakan baru,” kata Koster.
Di awal pelaksanaan PWA pada 2024, jumlah pungutan tercatat sebesar Rp318 miliar dengan jumlah wisman yang membayar sebanyak 2,1 juta (32%). Kunjungan wisman ke Bali di tahun 2024 sebanyak 6,9 juta.
Pada 2025 ada perubahan Perda dan Pergub untuk mengoptimalkan PWA. Dengan menggandeng vendor atau pihak ketiga, jumlah wisman yang berkontribusi terhadap PWA meningkat menjadi 2,4 juta orang.
Kontribusi pungutan wisman di tahun 2025 menjadi 36 persen dari 7 juta wisman dengan total pungutan Rp369 miliar.
“Astungkara berhasil, ini akan sangat membantu fiskal yang saat ini butuh anggaran besar untuk pembangunan,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster. (Way)





