Koster Sambut Kajati Bali yang Baru, Harap Kawal Program Strategis Nasional

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta menghadiri pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Bali - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi Bali berganti dari Chatarina Muliana kepada Kajati baru Setiawan Budi Cahyono. Acara pisah sambut digelar di Gedung Wanita Nari Graha, Panjer, Denpasar, Kamis (7/5/2026).

Menyambut kehadiran Kepala Kejati Bali, Gubernur Wayan Koster mengungkapkan harapan besar untuk memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah.

Terutama, dalam mengawal berbagai program pembangunan, baik daerah maupun nasional, yang saat ini berkembang pesat di Bali.

“Bertugas di Bali dapat dua, Pak. Tugas utama sebagai Kajati, yang kedua dapat hiburan dan wisata. Kalau orang lain mau wisata ke Bali harus bayar tiket, kalau Bapak sudah ada di Bali, tinggal jalan-jalan menikmati seluruh Bali dari timur sampai barat, utara sampai selatan,” ujar Koster.

Menurutnya, Bali tengah menghadapi banyak agenda strategis nasional yang membutuhkan pengawasan, pendampingan hukum, dan koordinasi lintas lembaga yang kuat. Sehingga, pembangunan berjalan tertib dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat berharap kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Bali terus berjalan baik. Pemerintah Provinsi Bali tentu mendukung penuh pelaksanaan tugas-tugas Kejati Bali,” kata Koster.

Secara khusus, Koster juga menyampaikan apresiasi kepada Kajati Bali sebelumnya Chatarina Muliana.

Saat ini, Chatarina mendapat amanah baru di Kejaksaan Agung. Ia menilai selama enam bulan bertugas di Bali, Chatarina berhasil membangun sinergi yang sangat baik bersama Forkopimda dan pemerintah daerah.

“Suasana hubungan Forkopimda di Bali sangat akur dan sangat bagus, tentu tetap dalam koridor tugas masing-masing sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Sementara, Chatarina Muliana menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bali serta Forkopimda selama dirinya menjabat Kajati Bali.

“Tidak penting berapa lama kita bertugas, yang penting apa yang bisa kita perbuat dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Ia menyebut Bali kini menjadi perhatian nasional. Terutama, dalam pengembangan ekonomi dan isu lingkungan yang akan dijadikan model pengembangan oleh pemerintah pusat.

Kajati Bali yang baru Setiawan Budi Cahyono mengungkapkan, dirinya sebenarnya tidak asing dengan Bali.

Sebelum menjabat Kajati Bali, ia bertugas sebagai Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada JAM Intel Kejaksaan Agung dan kerap datang ke Bali untuk mengawal proyek strategis nasional.

“Di Bali banyak proyek strategis nasional yang kami kawal sebelumnya. Karena itu kami sering ke Bali,” kata Budi. (*)