Digelontor Dana Ratusan Milyar, Jalan Nasional di Purworejo dan Kebumen Ditingkatkan

oleh
Salah satu pekerjaan dalam Paket Preservasi jalan nasional PPK 2.5 di wilayah Kabupaten Kebumen - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Di tahun 2026, sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Kabupaten Purworejo dan Kebumen yang menjadi wilayah kerja PPK 2.5 mengalami peningkatan.

Saat ini tengah berjalan Paket Preservasi Jalan Kebumen-Purworejo-Karangnongko dengan nilai proyek mencapai Rp158 miliar bersumber dari SBSN. Paket multiyears ini dilaksanakan oleh PT KAK (Karya Adi Kencana) Kebumen.

Koordinator Lapangan Suwarno, S.T., didampingi Pengamat Jalan dan Jembatan dari Satker PJN Wilayah II Jateng PPK 2.5 Tri Santoko menyebut, paket Preservasi tersebut dalam upaya jangka panjang untuk memantapkan kondisi jalan.

“Kontrak proyek telah ditandatangani pada 17 November 2025 dan ditargetkan rampung pada Mei 2027,” kata Suwarno, Selasa (06/01/2026).

Diharapkan dengan pekerjaan ini nantinya kondisi jalan menjadi mantap sehingga bisa memperlancar arus lalu lintas dan keluhan masyarakat akan kerusakan jalan teratasi.

Suwarno menjelaskan, total panjang pekerjaan preservasi dalam paket ini terbagi menjadi 10 segmen di Purworejo dan Kebumen.

Untuk Kabupaten Purworejo dengan total panjang 5,4 km, terdiri dari 6 segmen/titik, yaitu di Bayan, Pakisrejo, Boro Kulon, Popongan-Cengkawak, Pendowo, dan Bagelen-Krendetan.

“Rincian pekerjaan 4,2 km dalam bentuk beton rigid dan sisa 1,2 km diaspal di ruas lingkar selatan Purworejo,” terang Tri Santoko menambahkan.

Untuk Kabupaten Kebumen dengan panjang total 11,7 km, seluruhnya menggunakan beton rigid, terbagi menjadi 4 titik lokasi, yakni di timur Prembun (2,5 km), Sruweng (4,7 km) serta sisanya di Gombong dan Purbowangi. Juga perbaikan lantai jembatan Karanganyar.

Diungkapkan, dengan selesainya pekerjaan Paket Preservasi ini nantinya, dari total panjang jalan nasional yang menjadi wilayah kerja PPK 2.5 dari batas Yogyakarta hingga Batas Banyumas sepanjang kurang lebih 87,6 km, masih sisa sekitar 15 km yang perlu ditangani.

“Selain paket Preservasi tersebut, di tahun 2026 kegiatan yang dilakukan adalah pemeliharaan rutin dan padat karya,” pungkas Tri Santoko. (Jon)