Mahasiswa PENS Surabaya Angkat Legenda Urban Bali Jadi Game Horor

oleh
Ahmad Noval Zakaria dan Handika Nugroho mahasiswa Teknologi Game Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) di event Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025 yang berlangsung di Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nochthread, game bergenre horor ini terinspirasi dari legenda urban di Bali. Game karya mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini diperkenalkan dalam IGDX Conference 2025 di Bali.

Game karya Handika Nugroho, mahasiswa semester 5 jurusan Teknologi Game PENS itu mengangkat kearifan lokal budaya yang ada di Pulau Dewata.

Handika mengungkapkan, dalam game tersebut karakter utamanya bernama Dimas. Tokoh dalam permainan itu terjebak dalam sebuah dimensi dan dia harus mampu keluar dari kondisi looping yang dialaminya. Di situ ada instruksi dan perintah yang harus dijalani.

“Selama permainan berlangsung, karakter Dimas ini harus kembali ke dimensi aslinya. Jadi di situ pengguna harus dihadapkan pada rangkaian puzzle seperti merangkai sebuah patung, menghidupkan lilin hingga memusnahkan ogoh-ogoh,” kata Handika di Bali, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Dalam konferensi IGDX 2025 yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digitak itu, PENS juga memperkenalkan sejumlah game karya mahasiswa.

Ahmad Noval Zakaria yang juga mahasiswa semester 5 jurusan Teknologi Game PENS menambahkan, game yang dibawa ke arena IGDX tahun ini merupakan game pilihan yang mendapat penghargaan the best implementation.

Beberapa di antaranya, D’ Greek Cook dan Kala The Dark Ritual yang pernah menyabet juara tiga dalam event yang digelar di Kota Solo.

“D’ Greek Cook ini lolos semi finalis di Gamjam+ 24/25, sekarang ini masuk tahap pengembangan agar dapat publisher jadi kita bawa ke sini,” kata Ahmad Noval.

Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) merupakan program tahunan Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Asosiasi Game Indonesia.

Event yang digelar sejak 2019 itu memberikan pendampingan talenta dan studio game Indonesia dalam meningkatkan kemampuan teknis, bisnis, serta memperluas akses ke pasar global.

Tahun ini, puluhan studio lokal mengikuti indie booth showcase dan ratusan peserta business matchmaking mempresentasikan karya mereka kepada penerbit internasional, investor, dan profesional industri global.

Selama tiga hari penyelenggaraan, ada lebih dari 1.600 agenda bisnis yang mempertemukan 500 pelaku industri dari dalam dan luar negeri. (Way).