KORANJURI.COM – Isu pertarungan Pilihan Kepala Daerah Jawa Tengah tahun 2024 kini mulai menghangat. Pasalnya salah satu bakal calon Gubernur Jawa Tengah besutan Partai Gerindra, Sudaryono, sekarang sudah di lantik menjadi Wakil Menteri Pertanian RI.
Sehingga akan menambah peluang bagi bacagub yang lain untuk maju memenangkan pertarungan politik di Jawa Tengah. Menyingkirnya Sudaryono dari bacagub Jateng 1 seakan skenario pembuka jalan bagi Kaesang untuk maju sebagai bacagub Jateng 2024.
Sebab bisa jadi kehadiran Kaesang di Pilkada Jateng akan berpasangan dengan Ahmad Lutfi yang saat ini memiliki elektabilitas tinggi di Jawa Tengah. Hasil survey Litbang Kompas menempatkan Kaesang di peringkat pertama dengan perolehan suara elektabilitas 7%, di susul Ahmad Lutfi 6,7% dan para cagub yang lain.
Jika posisi teratas di pasangkan sebagai bacagub dan bacawagub Jateng 2024, maka kemungkinan besar mereka akan menang. Meski secara kalkulasi politik dapat saja suara keduanya justru akan merosot.
Bagi kepentingan masyarakat Jawa Tengah, pemilihan kepala daerah adalah saat untuk memilih pemimpin yang bisa membawa masyarakat Jawa Tengah ke dalam kemakmuran dan kesejahteraan. Untuk itu siapapun yang nanti akan terpilih menjadi Gubernur Jateng periode 2024 – 2029, visi dan misi itulah yang harus di emban, hal tersebut di sampaikan oleh Dr. Anggoro Panji Nugrho, M.M, Ketua Yayasan Karya Dharma Pancasila UNDHA AUB Surakarta.
Akademisi yang juga pemerhati Pusat Lembaga Kebudayaan Jawi tersebut menambahkan, saat ini kebutuhan dasar masyarakat tidak hanya sektor ekonomi saja, akan tetapi cita cita bangsa menuju Indonesia Emas 2045 juga harus kita kawal bersama.
‘Indonesia Emas 2045 tidak hanya berdikari di bidang ekonomi saja, akan tetapi juga sosial, politik dan yang paling utama adalah kualitas sumber daya manusia di dalam menghadapi tantangan zaman yanga semakin bertambah berat,” ujar Anggoro.
Untuk memiliki SDM unggul, dunia pendidikan harus memperkuat pijakan jatidiri akar budaya bangsa. Agar pembangunan mental yang di lakukan tidak hanya intelektualnya saja, akan tetapi juga emosional dan spiritual.
Sebagai kawah candradimukanya gaen agen perubahan, kampus harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada tiga landasan pembangunan mental manusia yaitu intelektual, spiritual dan emosional. Sebab hanya melalui tiga dasar tersebut akan tercipta generasi muda unggul dan berkualitas.
Indonesia Emas 2045 adalah arah cita cita bangsa sesuai dengan jangka para winasis. Pujangga Agung tanah Jawa, R Ng. Ronggowarsito meramalkan, setelah jaman edan akan datang jaman kalasuba. Masa datangnya era keemasan bagi bangsa dan negara Indonesia.
Akan tetapi datangnya masa keemasan tersebut tentu harus dilakukan melalui ikhtiar dan usaha, agar apa yang di cita citakan bersama dapat terwujud.
Oleh karena itu Pemerintah harus peduli terhadap lembaga perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta yang masih mengedepankan nilai nilai kearifan dalam membangun intelektual.
Di akui oleh Anggoro, minimnya pemahaman para pendidik terhadap nilai nilai kearifan, spiritual dan emosional, membuat generasi muda sekarang semakin jauh dari karakter dan jati diri asli bangsa Indonesia yang luhur, berakhlak dan beradab.
Padahal hanya dengan intelektual, emosional dan spiritual, generasi muda akan menjadi generasi yang kritis dan membangun, bukan generasi yang kritis dan merusak.
Di tengah gempuran era keterbukaan informasi, generasi muda harus mampu memilah, memilih dan menyaring, agar tidak terseret arus informasi yang merusak. Bekal untuk menyaring tidak cukup hanya melalui kemampuan intelektual, akan tetapi kekuatan emosional dan spiritual menjadikan intelektual selaras dengan hati dan pikiran.
“Sehingga mereka mampu berpegang teguh pada nilai nilai jatidiri yang di milikinya,” ujarnya.
Pemilihan kepala daerah 2024 adalah awal peralihan bagi bangsa ini dalam menapaki cita cita besar Indonesia Emas.
Oleh karenanya, para kepala daerah di seluruh Indonesia harus memiliki misi dan visi yang sama. Meski untuk membangun kebutuhan dasar di daerah butuh skala prioritas, namun misi dan visi menuju Indonesia Emas semua harus sejalan seirama.
Gubernur terpilih ke depan diharapkan oleh Dr. Anggoro Panji Nugroho, memiliki kepedulian pada Perguruan Tinggi Swasta, sebab PTS dan PTN sama sama memiliki andil dalam mencerdaskan bangsa.
Apalagi lembaga perguruan tinggi yang masih kental mengedepankan kearifan budaya bangsa, seperti Universitas Dharma AUB yang sudah sekian lama menjaga arah pendidikan sesuai dengan cita cita para pendiri yang notabene mereka adalah para pejuang pejuang bangsa, tukasnya. (Tok)





