KORANJURI.COM – Prestasi membanggakan diraih dua siswa SMPN 8 Purworejo, Bulan Septia Ramadhani kelas 8 dan Alzena Calya Syifana kelas 9.
Keduanya berhasil meraih medali emas dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Nasional Jenjang SMP Tahun 2023 dalam kategori Kostum Terbaik Cabang Lomba Pantomim mewakili Provinsi Jateng. Atas prestasi itu, keduanya mendapatkan hadiah berupa trophy, uang pembinaan dan piagam penghargaan.
Hendri Diantoro, S.Pd., pelatih Pantomim FLS2N mengungkapkan, dalam ajang FLS2N dari SMPN 8 Purworejo, sudah ketiga kali ini berhasil melaju ke tingkat nasional.
“Dulu pernah dua kali pada cabang lomba Cipta Puisi maju hingga tingkat nasional. Namun baru kali ini berhasil meraih medali emas pada cabang lomba Pantomim. Tentunya ini sangat membanggakan bagi sekolah juga daerah,” ujar Hendri, Rabu (23/08/2023).
Tahapan yang dilalui sebelum maju ke FLS2N tingkat nasional, kata Hendri, yang pertama diawali saat secara luring live performance dalam FLS2N tingkat kabupaten dan diambil 2 terbaik. Kemudian dari kedua terbaik ini mengirimkan video ke tingkat propinsi, diambil yang terbaik.
SMPN 8 Purworejo berhasil meraih juara 1 dan mewakili Jateng dalam FLS2N tingkat nasional. Dari 38 propinsi se Indonesia, dari video itu diambil 10 besar dan SMPN 8 Purworejo merupakan salah satunya dengan mengikuti final di Jakarta dari Senin (14/08/2023) hingga Sabtu (19/08/2023).
“Kedua siswa kami pentas langsung di hadapan juri Septian Dwi Cahyo (legendnya pantomim Indonesia),” terang Hendri, didampingi Gayuh Widiarti, S.Pd., guru seni budaya yang juga pendamping FSL2N.
Hendri menyebut, dalam pentas tersebut Pantomim kedua anak didiknya menampilkan tema tentang perundungan. Lewat tema ini, dua pelajar SMPN 8 Purworejo ini membawa pesan untuk stop bullying di sekolah.
Menurutnya, dalam FLS2N tingkat nasional tersebut, untuk cabang lomba Pantomim ada penilaian untuk 10 kategori. Selain kostum terbaik, juga ada kategori Ide Cerita Terbaik, Gerak Terbaik, Presentasi Terbaik, Kekompakan Terbaik, Ekspresi terbaik, Ritme Terbaik, Teknik Muncul Terbaik, Make Up Terbaik dan Wawasan Terbaik
“Atas prestasi ini, kedua siswa ini bebas memilih sekolah SMA atau SMK negeri se Jateng dengan jaminan diterima,” kata Hendri, yang membeberkan persiapannya sebelum maju ke tingkat nasional, yakni dengan latihan rutin dan pementasan di hadapan umum, yakni pada saat wisuda siswa dan launching Art Center di Purworejo.
Di SMP, aku Hendri, mata lomba Pantomim ini baru pertama dia menangani, meski sering mengampu anak SD. Karena ini baru, dia memiliki strategi beda. Karena kalau Pantomim yang biasanya hanya seperti itu, dia mencoba beda baik kostum maupun ceritanya.
“Dengan prestasi ini, harapannya kita bisa lebih terangkat lagi terutama untuk yang tari karena kita sudah dua kali maju ke propinsi tapi masih gagal. Cita-citanya tari bisa melaju ke tingkat nasional, karena sebenarnya tari ini targetnya,” jelas Hendri.
Gayuh menambahkan, selaku pembuat kostum, dirinya memasukkan unsur kearifan lokal Jateng. Dalam hal ini mengkombinasikan batik lurik dan motif parang klitik jenis sogan dengan beludru merah sehingga jika dipentaskan terlihat mewah. Hal itu diredupkan dengan motif batik yang ada putih dan hitamnya agar tidak terlalu ngejreng.
“Penentuan kostum ini dua hari jelang take video. Terbilang sulit, karena baru kali ini mendesain kostum untuk pantomim. Awalnya nggak yakin, karena biasanya mendesain kostum untuk tari,” jelas Gayuh, yang merasa bangga hasil karyanya mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.
Kepala SMPN 8 Purworejo Himawan Susrijadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, di sekolah yang dipimpinnya menyimpan banyak talenta. Guru-gurunya punya banyak potensi untuk bisa dikembangkan. Dalam FLS2N tahun 2023 ini target utamanya sebenarnya adalah cabang lomba tari kreasi.
“Meski baru pertama kali, Alhamdulillah pantomim bisa berprestasi di tingkat Nasional.
Dalam hal ini kita mendapat dukungan dari komite, orang tua siswa yang ikut lomba dan tentunya bapak/ibu guru,” ujar Himawan.
Dia yakin SMPN 8 Purworejo ini bisa menjadi sekolah unggulan bahkan sekolah favorit di kabupaten Purworejo jika sekolah, orang tua siswa dan masyarakat mau bekerja sama guna membesarkan sekolah kebanggaan masyarakat Purwodadi dan sekitarnya ini.
Apalagi sekolah ini adalah Sekolah Penggerak, yang mendapatkan banyak masukan dari tentor-tentor nasional.
“Prestasi ini membuktikan bahwa SMPN 8 Purworejo masih memiliki semangat juang untuk bisa menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan meksipun saat ini dukungan dari masyarakat tidak seoptimal tahun-tahun yang lalu,” pungkas Himawan. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





