KORANJURI.COM – Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Taufan Yudhistira mengatakan, mobilisasi pesawat di masa larangan mudik menurun sampai 80 persen.
Ia membandingkan di bulan April 2021, rata-rata ada 100 penerbangan per hari. Namun, mulai 6 April 2021 atau di masa peniadaan mudik, jumlah penerbangan yang dilayani hanya 20 pesawat per hari.
“Tujuan penerbangan yang banyak mengalami pembatalan ada di kota di pulau jawa, Surabaya, dan Jakarta,” kata Taufan, Selasa, 11 Mei 2021.
Ia merinci selama empat hari peniadaan mudik jumlah penumpang kedatangan dan keberangkatan total sebanyak 4.331 packs. Pada penumpang itu dilayani oleh 62 pesawat. Taufan juga memastikan, mereka adalah penumpang yang mengantongi persyaratan perjalanan pada masa larangan mudik.
“Selain tiket, selain surat keterangan negatif PCR/antigen/GeNose, penumpang tersebut wajib memiliki surat Dinas, atau surat ijin keluar masuk tersebut,” kata Taufan.
Sedangkan, pada Selasa (11/5/2021) planning packs jumlah penumpang, kedatangan dan keberangkatan, ada 1.295 packs. Jumlah itu terdiri dari 640 penumpang datang dan 655 penumpang berangkat.
“Jumlah flight sayang ada 9 dan 11 flight berangkat,” ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya tidak menampik melakukan reject terhadap 30 calon penumpang yang tidak mengantongi persyaratan perjalanan di masa larangan mudik.
“Ada juga penumpang yang tidak membawa surat dan itu hanya terjadi di hari pertama atau di tanggal 6 Mei 2021. Maka yang bersangkutan tidak bisa melanjutkan perjalanan,” kata Taufan. (Way)





