17 Perguruan Tinggi Ikuti KNP2K Bahas Era Masyarakat 5.0

oleh
Peserta KNP2K bukan hanya berasal dari Stikom LSPR Jakarta namun juga dihadiri oleh 17 perguruan tinggi yang ada diberbagai daerah di Indonesia - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – 17 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Konferensi Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bidang Komunikasi (KNP2K) di kampus LSPR Transpark Juanda Bekasi, Kamis, 5 September 2019. 

Konferensi nasional ini bertema ‘Tantangan dan Terobosan Komunikasi Menyongsong Society 5.0’.

Ketua Panitia KNP2K 2019 Rendro Dhani P.hD menjelaskan, peserta telah melakukan penelitian dan menulis karya dalam bentuk artikel jurnal. Mereka melakukan presentasi dan diskusi yang dilakukan secara paralel pada.

Puluhan artikel terbaik dalam kategori Artikel Penelitian Terbaik dan Artikel Pengabdian Terbaik dimuat dalam Jurnal Terakreditasi Nasional Dikti dan Jurnal Nasional ber-ISSN.

“KNP2K merupakan suatu ajakan bagi para peneliti di bidang komunikasi untuk mempersiapkan diri menyambut era society 5.0. Konferensi ini adalah ajang bagi para peneliti untuk saling terhubung. Sekaligus, memperluas dan mengembangkan insight kita diberbagai disiplin ilmu komunikasi,” jelas Rendro Dhani, Kamis, 5 September 2019.

Sub-tema yang diangkat dalam konferensi ini adalah Inovasi Komunikasi Bisnis dan Politik, Jurnalisme Digital dan Literasi Media, Etika dan Regulasi dalam Komunikasi Digital, Komunikasi Strategis Perusahaan, Komunikasi Sosial Budaya, Gender dan Budaya Populer, Public Relations dan Manajemen Krisis dalam Organisasi Pemerintah dan Perusahaan, Peran Digital Komunikasi dalam Mitigasi Bencana, Digital Komunikasi dan Masalah Lingkungan Hidup, Digital Komunikasi dan Perkembangan Demokrasi, dan Komunikasi Kesehatan. 

Rendro menambahkan, kesuksesan KNP2K sebelumnya memberikan dorongan sekaligus tanggung jawab bagi LSPR sebagai lembaga pendidikan di bidang komunikasi, dalam memelihara semangat keilmuwan yang dikembangkan melalui penelitian ilmiah. 

Wakil Ketua KNP2K 2019 Yuliana R. Prasetyawati, M.M menambahkan, masih ada ketakutan dari masyarakat mengenai kehadiran revolusi industri 4.0 yang berpotensi mendehumanisasi manusia.

“Konsep society 5.0 yang menjadi tema KNP2K 2019 dapat menjadi jawaban agar pemanfaatan teknologi dapat menjadi media untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yuliana. (*)

KORANJURI.com di Google News