Waspadai Ancaman Mematikan Dengue Berulang Akibat Virus Nyamuk Kosmopolitan

oleh
Ilustrasi nyamuk demam berdarah/Ist.

KORANJURI.COM – Sejak pertama kali ditemukan di Indonesia pada 1968, angka kejadian dengue hingga tahun 2024 terus meningkat. Jumlah kabupaten/kota yang terjangkit dengue pada 2024 mencapai 488.  

“Jika dulu nyamuk penyebab dengue lebih banyak ditemui saat musim hujan, kini apapun musimnya nyamuk itu tetap bisa ditemukan,” kata Ina.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr. Ina Agustina Isturini, MKM. mengatakan, dengan kondisi iklim Indonesia dan perubahan karakteristik nyamuk penyebab dengue, semua orang di Indonesia menjadi lebih berisiko terjangkit penyakit ini, tanpa memandang usia, tempat tinggal, dan gaya hidup.

Tidak hanya itu, seseorang yang sudah sembuh dari dengue, bukan tidak mungkin terinfeksi lagi. Menurut WHO, dengue dapat menyebabkan kasus yang lebih parah bahkan kematian.

Mengutip dari situs Kemenkes RI, seseorang yang terinfeksi dengue untuk kedua kalinya punya risiko lebih besar terkena demam berdarah parah.

Kondisi itu ditandai dengan sakit perut parah, muntah terus-menerus, pernapasan cepat, gusi atau hidung berdarah, kelelahan, kegelisahan, darah dalam muntahan atau feses. Gejala klinis lainnya, penderita menjadi sangat haus, kulit pucat dan dingin, serta merasa lemah.

“Berbagai gejala ini sering kali muncul setelah demamnya hilang,” kata Ina.

Dr. dr. I Made Susila Utama, SpPD-KPTI FINASIM mengatakan, dengue sampai saat ini belum ada obatnya, maka pencegahan menjadi kunci.

Made Susila mengatakan, vaksinasi dapat dipertimbangkan sebagai salah satu upaya pencegahan. Metode ini dapat melindungi tubuh dengan cara membangun pertahanan alami tubuh. 

Ia menjelaskan, tubuh akan mengeluarkan pertahanan saat virus akibat gigitan nyamuk masuk ke tubuh. Dengan begitu, vaksinasi dapat memutus rantai penularan virus.

“Namun, untuk memperoleh perlindungan yang optimal, vaksinasi dengue harus dilakukan sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter,” kata Susila.

Kementerian Kesehatan di tahun 2024 menetapkan target 95% kabupaten/kota memiliki incidence rate (IR) dengue ≤ 10/100.000 Namun, IR dengue di Provinsi Bali dari 2021 hingga 2024 mengalami peningkatan.

“Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menekan angka insidensi dengue di Bali, data menunjukkan bahwa target nasional belum sepenuhnya tercapai,” ujarnya. (Way)