KORANJURI.COM – Kasus Covid-19 kembali mengalami peningkatan hingga empat digit. Tingginya kasus tentu saja menjadi perhatian semua pihak, mengingat Bali yang baru saja memulai membuka diri untuk kunjungan pariwisata kembali harus waspada.
Kembali mencuatnya jumlah pasien positif Covid-19, tentu mempengaruhi ketersediaan jumlah darah di PMI.
“Mari bersama kita tingkatkan kepedulian dan rasa tenggang rasa antar warga di Bali,” kata Wagub Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Minggu, 6 Februari 2022.
Bercermin pada kasus covid sebelumnya, lonjakan angka positif selalu dibarengi peningkatan permintaan darah kepada PMI. Cok Ace mengajak semua pihak menjadi pendonor aktif.
“Tidaklah mudah untuk mengajak seseorang menjadi pendonor, namun tetap saya mengajak semua pihak untuk turut berperan serta menjadi pendonor darah aktif,” ujarnya.
Ketersediaan darah yang cukup, tambah Cok Ace, akan membantu masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi darurat. Sehingga tidak akan ada nyawa yang melayang sia-sia karena kurangnya stok darah.
Sementara, Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali I Ketut Pringgantara mengimbau agar tugas mulia donor darah tidak dicampurkan dengan organisasi ke politik. Dengan demikian, PPDI dapat melanjutkan aksi sosial.
“Kedepan akan dilakukan sertifikasi cara pembuatan obat yang benar (CPOB) untuk menjaga kualitas darah yang sudah didonorkan,” terang Ketut Pringgantara.
Aksi donor darah itu sebagai aksi nyata atas pelantikan Pengurus Unit Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PPDI) rukun warga muslim Padang Sambian Raya periode 2022-2027. Kegiatan diselenggarakan di Musholla Al Falah, Buluh Indah-Padang Sambian, Denpasar Barat, Minggu (6/2/2022).
Unit PPDI RWM Padang Sambian Raya juga digelar aksi sosial pembagian beras kepada pendonor masing-masing 5 kg. (Way)





