Vaksinasi Pertama di Bali, Gubernur Minta Masyarakat Punya Persepsi Positif

    


Gubernur Bali menerima vaksin sinovac pertama di Rumah Sakit Bali Mandara - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster telah memperkirakan angka covid-19 di Bali bakal melonjak tajam usai libur akhir tahun. Hal itu terbukti dengan angka terkonfirmasi positif pada 2 hari terakhir.

Tercatat, pada Selasa (12/1/2021) terkonfirmasi sebanyak 350 orang yang terdiri dari 300 WNI dan 2 WNA melalui penularan lokal, 41 orang pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), dan 5 WNI ditambah 2 WNA tercatat sebagai pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Sedangkan kesembuhan sebanyak 136 orang, dan 6 orang meninggal dunia.

Berselang sehari, pada Rabu (13/1/2021) angka tertular covid-19 turun menjadi 268 orang yang terdiri dari 236 orang melalui transmisi lokal, kesembuhan sebanyak 121 orang, dan 6 orang meninggal dunia.

“Ternyata benar, kasus covid-19 dalam minggu ini meningkat tajam. Tertinggi munculnya per hari dibandingkan hari per hari ketika kasus ini baru muncul di bulan Maret 2020,” kata Gubernur sebelum menerima suntikan vaksin di Rumah Sakit Bali Mandara, Kamis, 14 Januari 2021.

Dengan melonjaknya kasus covid-19, Gubernur menyatakan, sampai saat ini belum ada perubahan kebijakan yang ditempuh. Penanganan yang dilakukan masih menunggu perkembangan yang ada di Provinsi Bali. Terlebih, pemerintah pusat telah menerapkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat di wilayah Jawa-Bali.

Koster mengatakan, vaksinasi yang juga telah dicanangkan secara nasional oleh Presiden Joko Widodo, diharapkan memberikan dampak yang nyata bagi pemulihan di segala bidang yang terpuruk akibat pandemi covid-19.

“Penanganan yang kita lakukan telah berjalan dengan baik. Jadi rumah sakit yang ditunjuk melakukan penanganan Covid-19 telah berjalan dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jelas Gubernur.

Gubernur mengatakan, vaksinasi yang dilakukan sebagai bentuk perlindungan untuk membangun kekebalan tubuh. Koster berharap masyarakat tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggungjawab. Sehingga masyarakat memiliki keyakinan dan persepsi positif terkait vaksinasi.

Gubernur Bali Wayan Koster menjadi orang pertama yang menerima vaksin covid-19, disusul oleh Kapolda Bali Irjen Pol I Putu Jayan Danu Putra. Ada 20 orang yang menerima vaksin sinovac termasuk tenaga medis. Penerima injeksi masing-masing mendapatkan 0,5 cc vaksin sinovac. Dalam 14 hari kedepan, penerima vaksin pertama kembali mendapatkan 0,5 cc vaksin sinovac.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, vaksin covid-19 dipastikan aman. Setiap penerima vaksin harus melewati sejumlah tahapan sebelum diputuskan untuk menerima vaksin covid-19. Bahkan, kata Suarjaya, paska diinjeksi, petugas akan melakukan observasi.

“Sepanjang vaksinasi ini tadi semua berjalan lancar. Kita melihat 10 menit pertama usai divaksin dan tidak ada gejala yang lain. Bahkan sampai 30 menit semua berjalan lancar,” jelas Suarjaya.

Dijelaskan Suarjaya, vaksin sinovac diperuntukkan untuk usia maksimal 59 tahun. Untuk usia diatas 60 tahun, kata Suarjaya, akan menggunakan vaksin lain. Vaksinasi ini berlangsung hingga Maret 2021. Vaksinasi untuk tenaga kesehatan berlangsung bulan Januari hingga Februari. Menyusul, pelayan publik di bulan Maret-April.

“Itu memang bergantung pada jumlah vaksin yang ada, yang diberikan secara bertahap. Karena setiap orang 2 kali vaksin, jadi diberikan dalam 2 kali dosis,” ujarnya. (Way)