UMKM Lokal Jadi Tuan Rumah di Festival Jatiluwih

oleh
Dibuka oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Festival Jatiluwih VII berlangsung bertepatan dengan musim panen. Padi menguning dan aktifitas petani menjadi suguhan berbeda untuk wisatawan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tahun ketujuh pelaksanaan Festival Jatiluwih memberikan tempat bagi UMKM lokal untuk menampilkan kekayaan kuliner. Event tahunan itu memberikan dampak berkelanjutan bagi ekonomi masyarakat sekitar.

Ketua Pengelola Daerah Tujuan Wisata Jatiluwih John Purna mengatakan, tahun ada ribuan warga yang terlibat. Termasuk, usaha kerakyatan yang ada di destinasi sawah berundak itu.

“Kita hanya menghadirkan satu bintang tamu dari luar desa Jatiluwih, sisanya semua dari kita warga lokal,” kata John Purna, Sabtu, 20 Juni 2026.

Festival Jatiluwih VII secara resmi dibuka oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Event tahun ini menggabungkan dua kegiatan yakni, festival budaya dan wisata olahraga Bali Tourism Run (BTR) Jatiluwih.

Venue Festival Jatiluwih berada di jalanan subak yang berada di tepi persawahan. Stan UMKM hingga panggung pertunjukkan dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Kemasan kuliner yang disajikan dibuat dengan bahan-bahan berkelanjutan.

Festival ini melibatkan lebih dari 40 UMKM yang ada di Tabanan. Sehingga, kata John, manfaat ekonomi juga akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Tahun ini kita melibatkan lebih banyak masyarakat lokal dibandingkan tahun lalu. Lebih banyak memberdayakan UMKM lokal daripada tahun-tahun sebelumnya,” kata John Purna.

Promosi destinasi lokal di Kabupaten Tabanan itu, tahun ini untuk pertama kalinya berhasil menembus deretan festival bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Menurut John, rangkaian promosi yang digelar mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Jatiluwih. Perbandingan kunjungan wisman dan wisdom saat ini sudah nyaris berimbang 50:50.

“Saya melihat di bulan Mei kemarin memang kunjungan tamu internasional ke Jatiluwih agak menurun, tapi untuk selanjutnya saya berharap at least 70:30 lah selamanya akan seperti itu,” jelas John Purna. (Way)