UM Purworejo Adakan Webinar tentang Gerakan Sekolah Menyenangkan bagi 6 SMK PK

oleh
Webinar Penciptaan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di SMK PK oleh Prodi PTO Universitas Muhammadiyah Purworejo, Selasa (28/09/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Berdasarkan SK Dirjend Pendidikan Vokasi no: 21/D/O/2021, Universitas Muhammadiyah Purworejo (UM Purworejo), dipercaya sebagai pendamping 6 SMK PK (Pusat Keunggulan) untuk kompetensi keahlian Teknik Otomotif.

Menindaklanjuti dari SK tersebut, pada Selasa (28/09/2021), UM Purworejo melalui Prodi Pendidikan Teknik Otomotif, mengadakan kegiatan webinar, berkaitan dengan penciptaan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di SMK PK, yang nantinya diteruskan untuk membawa isu-isu strategis untuk pencapaian program SMK PK.

Webinar dibuka oleh Rektor UM Purworejo, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag, dengan menghadirkan narasumber Khoiry Nuria, M.Pd, Penggiat GSM dan guru Sekolah Penggerak, yang menyampaikan materi tentang ‘Penciptaan Ekosistem Sekolah Positif melalui GSM’.

Narasumber lainnya, Dwi Jatmoko, M.Pd, Kaprodi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo, yang menyampaikan materi tentang ‘Isu Strategis SMK Pusat Keunggulan’.

“Khoiry Nuria ini Penggiat GSM dan Guru Sekolah Penggerak yang beberapa waktu lalu dikunjungi Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Beliau diundang untuk memberikan wawasan tentang Gerakan Sekolah Menyenangkan,” jelas Dwi Jatmoko, selaku penyelenggara.

Khoiry, kata Dwi, membahas bagaimana mengimplementasikan Gerakan Sekolah Menyenangkan di SMK PK. Karena harapannya, dari Dirjend Vokasi, salah satunya membudayakan Gerakan Sekolah Menyenangkan agar minat anak-anak untuk belajar tinggi.

Dwi sendiri, membicarakan tentang isu strategis untuk SMK PK, dimana profil lulusannya bisa segera terserap dunia industri. Memahami dan mengatur pelaksanaan implementasi Link and Match 8+i dengan dunia kerja, serta mencapai target output bantuan peningkatan SDM bagi SMK PK.

“Secara langsung untuk program-program yang di SMK PK pendampingannya seperti apa,” terang Dwi, usai Webinar.

Karena, ungkap Dwi, baru saja pihaknya mendapatkan pendampingan selama 10 hari, dan ini baru berjalan. Sehingga menguatkan Perguruan Tinggi pendamping dalam menjalankan pendampingan di SMK PK.

Kegiatan Webinar ini, diikuti 76 guru dari 6 SMK PK, yakni, SMK YPT Purworejo, SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, SMK Muhammadiyah Mungkid, Magelang, SMK Muhammadiyah Sampang, Cilacap, SMK Muhammadiyah Bumiayu, Brebes, dan SMK Sultan Al Fatah Demak.

“Harapannya, setelah melakukan webinar, kepala sekolah selaku manajerial dari masing-masing SMK PK itu memiliki brand mindset tentang Gerakan Sekolah Menyenangkan, sehingga kami membuka secara induk. O..ini lho GSM itu seperti ini,” ujar Dwi.

Nantinya, kata Dwi, ada salah satu program pengelolaan ekosistem GSM di masing-masing SMK PK.

Jadi, lanjut Dwi, jika sudah dibuka nanti seperti apa alurnya, peta jalannya, terus ke bawah nanti di workshop slot di masing-masing SMK, membentuk mentor GSM, dan nanti ke bawah lagi bagaimana implementasi GSM itu pada siswa .

“Intinya kami ingin membantu menggiatkan dan menjalankan program-program yang sudah dibuat oleh SMK melalui bantuan peningkatan SDM,” pungkas Dwi. (Jon)