Trans Sector Pariwisata Isu Kuat Pertemuan ITLS 2022

    


Pemberian penghargaan kepada 40 asosiasi pariwisata pada event International Tourism Leaders Summit (ITLS) 2022 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Bisnis pariwisata harus bertransformasi dari leading sector menjadi trans-sector.

Ketua IHGMA DPD Bali Yoga Iswara menjelaskan, kunci trans-sector pariwisata berada pada sinergi, kolaborasi dan kerja sama.

“Saya berharap rekan-rekan asosiasi dan semua pihak di Bali bergandengan tangan untuk mewujudkan paradigma ini,” kata Yoga Iswara di event International Tourism Leaders Summit 2022, Selasa, 27 September 2022.

Menurutnya, konsep 6 pilar pariwisata menjadi hal mendasar yang harus dijalankan segera. Sehingga, pariwisata Bali berkembang sesuai konsep dan tidak terpecah dengan banyak tujuan maupun kepentingan.

6 pilar pariwisata yang dimaksud adalah proteksi budaya Bali, pembuatan produk pariwisata yang berkelas dunia, ekosistem alam yang bersih, infrastruktur yang baik.

Sumber daya manusia yang mumpuni serta tata Kelola yang berdaya saing dan berpihak kepada sumber daya lokal Bali.

Chairman Committee of ITLS 2022 Komang Artana menambahkan, Bali harus merubah image bisnis pariwisata.

“Pandangan itu mengemuka dari para pembicara selama acara berlangsung,” kata Komang Artana.

Humas IHGMA DPD Bali, Milka Sitorus berpendapat, pariwisata harus menjadi penghubung. Sehingga akan menciptakan benefit. Perubahan itu harus segera diadaptasi.

“Semoga acara ini dapat menyebarkan mindset yang modern tidak hanya untuk peserta, tapi juga semua orang,” ujarnya.

Dari event ITLS 2022 IHGMA DPD Bali memberikan penghargaan kepada 40 asosiasi di bidang pariwisata.

Penghargaan diberikan sebagai apreasiasi kepada asosiasi pariwisata dalam mewujudkan Bali Bangkit. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS