Toko Kue Tulip Brownies Purworejo Dinobatkan sebagai Usaha Kecil Mikro Terbaik 1 Nasional

oleh
Erna Susilowati, owner Toko Kue Tulip Brownies, saat menerima penghargaan Paritrana Award tahun 2024 di Jakarta - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Toko Kue Tulip Brownies dari Purworejo, Jawa Tengah, dinobatkan sebagai Usaha Kecil Mikro Terbaik 1 tingkat nasional. Atas penobatannya itu, Toko Kue Tulip Brownies menerima Penganugerahan Paritrana Award tahun 2024.

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, kepada Erna Susilowati, owner Toko Kue Tulip Brownies, Kamis (12/09/2024), pada acara Penganugerahan Paritrana Award 2024 di Balroom lantai 6, Gedung Plaza BPJamsostek, Jakarta Selatan.

Acara Penganugerahan Paritana Award 2024 dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Ketenagakerjaan, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Dewan Pengawas, Jajaran Direksi dan Anggota BPJS Ketenagakerjaan, Ketua dan Anggota Penilai Paritrana Award 2024, para penerima penghargaan Paritrana Award, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, pelaku usaha dan Usaha Kecil Mikro serta tamu undangan lainya.

Atas penghargaan yang diterimanya, Erna merasa bangga. Dia bertekad akan mempertahankan dan meningkatkan untuk ke depannya.

“Semoga bisa membawa nama baik Kabupaten Purworejo di kancah nasional. Kami juga berharap Pemkab Purworejo untuk lebih memperhatikan dan lebih peduli terhadap pelaku UKM,” ujar Erna, Jum’at (13/09/2024).

Juga, kata Erna, sebagai motivasi untuk pelaku UKM di Purworejo khususnya yang berkomitmen untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat dan memperlakukan karyawan sebaik mungkin tingkat kesehatan dan kesejahteraannya.

Diungkapkan, Toko Kue Tulip Brownies berdiri sejak tahun 2017 lalu. Saat ini Toko Kue Tulip Brownies yang berlokasi di Jalan raya Bayem No 5, Desa Bayem, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo itu telah memiliki sejumlah cabang usaha.

Di antaranya di jalan Jenderal Sudirman No 7 Pangenjurutengah, Purworejo, lalu di jalan Diponegoro No 187 Kutoarjo atau deretan terminal Kutoarjo, kemudian di Perempatan Purwodadi, lalu di jalan Megulung-Pituruh (barat pasar Pituruh) dan di jalan Sarbini No 152 Kebumen.

“Untuk pekerja atau karyawan total ada sekitar 50 karyawan,” terang Erna.

Sementara itu, Direkrur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, dalam sambutannya mengatakan dalam mewujudkan visi bangsa menuju Indonesia Emas 2045 pekerja adalah elemen penting dan pendukung bagi penggerak ekonomi kedepan, dan tentu dukungan dari pemerintah untuk pembangunan manusia adalah sangat penting.

Salah satu cara menjadi pekerja bisa sejahtera, sebut Anggoro, tentu saja pekerja harus memiliki perlindungan jaminan sosial dalam kerja karena setiap pekerja memiliki resiko kerja. Jika tidak memiliki jaminan pengaman tentu saja ini akan memberatkan keluarga bagi para pekerja.

“Untuk itu Jamsostek hadir sebagai bentuk nyata negara dalam memberikan perlindungan dan memastikan masyarakat dapat bekerja dengan keras dan bebas cemas. Tujuannya adalah agar lebih produktif dan tentu saja lebih sejahtera,” ujar Anggoro.

Dijelaskan, penganugerahan ini merupakan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha yang telah berkontribusi didalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Selain cakupan kepesertaan, pemerintah daerah dan pelaku usaha juga didorong untuk melahirkan inovasi baru dalam perlindungan khususnya kepada pekerja rentan dan juga untuk penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Saat ini kami juga berkolaborasi dengan tokoh- tokoh masyarakat di seluruh penjuru tanah air untuk meningkatkan literasi program dan juga kesesuaian manfaat dan cara kita untuk mempermudah akses bagi para pekerja untuk menerima jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anggoro Eko Cahyo menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-setingginya kepada para penerima Penghargaan Paritrana Award. Karena mereka adalah orang-orang terbaik yang memiliki kepedulian tinggi untuk melindungi para pekerja di wilayahnya masing-masing.

“Semoga inovasi ini terus disebarluaskan untuk memastikan para pekerja rentan seperti petani, nelayan, pekebun, pedagang pasar, ojek, guru ngaji, dan lainya terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelas Anggoro.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah dan pemerintah desa yang telah mendukung penuh implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan dan berharap bisa memastikan kembali kepada pegawai non ASN, seperti pegawai honorer Pemda, guru honorer, perangkat desa, kader-kader masyarakat hingga RT/RW bisa terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kami juga menghimbau kepada pemerintah daerah dalam rangka mensukseskan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah dengan memastikan seluruh petugas terdaftar sebagai peserta aktif BPJS ketenagakerjaan,” pungkas Anggoro.

Anugerah Paritrana Award adalah wujud apresiasi dari pemerintah yang diberikan kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan Pelaku Usaha untuk mendorong terwujudnya cakupan keseluruhan (universal coverage) perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan

Usaha Kecil Mikro (UKM) Paritrana Award adalah UKM yang sudah mendaftarkan seluruh tenaga kerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan serta tertib dalam membayar iuran.

Paritrana diambil dari bahasa sansekerta yang berarti perlindungan. Program ini dimulai sejak tahun 2017 dan tahun ini merupakan penganugerahan yang ke-7.

Penyelenggaraan Penganugerahan Paritrana Award adalah wujud nyata atas dukungan langkah menuju Indonesia Emas 2045. Penghargaan ini telah diperluas pelaksanaannya hingga menyentuh desa- desa. (Jon)