Tanwiedjie Olah Jambu Kristal Menjadi Keripik

    


KORANJURI.COM – Pemerintah Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Purworejo seolah tidak pernah kehabisan ide inovasi dalam mengembangkan potensi desanya. Tidak puas memproduksi puluhan ton jambu kristal dengan omset puluhan juta rupiah per hari, kali ini mereka membuat produk turunan Jambu Kristal dalam bentuk keripik setelah sebelumnya sukses merilis produk rujak.

Ketua Kluster Jambu Kristal Tanwiedjie, Suyanto mengatakan, inovasi harus terus dilakukan untuk menaikkan nilai ekonomi Jambu Kristal sebagai produk hortikultura unggulan di desa Munggangsari.

“Kami menggandeng semua pihak untuk ikut mengembangkan Jambu Kristal, dengan membuat produk turunan dari komoditas ini, maka kesempatan semakin terbuka lebar, lapangan pekerjaan juga semakin luas yang muaranya untuk kesejahteraan warga,” ujar Suyanto, usai saat serah terima alat produksi keripik Jambu Kristal bantuan dari Bank BRI Kluster Jambu Kristal Tanwiedjie di Balaidesa setempat, Kamis (04/11/2021).

Menurutnya, bantuan dari dunia perbankan juga sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha.

“Kami berkeyakinan apa yang kami impikan terwujud, kedepan kami akan terus kembangkan produksi keripik ini dan dikelola secara baik agar maju dan bisa berkelanjutan. Keripik Jambu Kristal ini menjadi alternatif pilihan dan semoga bisa menjadi primadona atau produk unggulan dari pengembangan Tanwiedjie,” ujarnya.

Asisten Manajer Pemasaran Mikro Bank BRI Cabang Kutoarjo, Muhammad Rifai Umar mengungkapkan, pihaknya mengaku bangga dengan Pemerintah Desa Munggangsari yang begitu bersemangat menggarap potensi desanya. Tidak kenal lelah memotivasi warga untuk terus berinovasi memaksimalkan potensi yang ada.

“Ketika dijual dalam bentuk jambu mungkin sudah untung, namun dengan diolah menjadi produk turunan baik itu keripik atau apapun itu maka nilainya akan bertambah,” ungkapnya.

Dijelaskan, eksistensi Desa Munggangsari sudah tidak diragukan lagi dalam berdikari, terlebih Desa Munggangsari merupakan salah satu desa binaan yang berhasil masuk 40 besar nominasi Desa Brilian BRI dari 420 Desa se-Indonesia. Desa Munggangsari bahkan berada di urutan ke 23 secara nasional dan menjadi salah satu desa andalan di Provinsi Jawa Tengah.

“Pengolahan keripik Jambu Kristal ini menjadi salah satu bukti desa ini tidak mudah puas dan terus berinovasi. Semoga ini menjadi virus kebaikan dan bisa ditiru desa lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, bantuan alat produksi kripik jambu kristal ini hanya menjadi salah satu bentuk dukungan yang diharapkan menjadi pelecut semangat para petani dalam mengembangkan potensi di bidang holtikultural.

Catatan positif juga sudah dibuktikan untuk BRI Unit Ketawang dimana per 31 Oktober 2021 berhasil menghimpun dana Rp 90,3 M berupa tabungan deposito dan sebagainya. Sebagian dari dana itu juga bisa disalurkan senilai Rp 45,1 M kepada masyarakat khususnya di Munggangsari.

“Hampir separuhnya, kami sudah berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan siap menjalin kerjasama kedepannya,” ujarnya. (Jon)