Tanggungjawab Sosial Konservasi Laut di Pantai Perancak

oleh
Kolam tukik di Kurma Asih Sea Turtle Conservation and Education Center di Banjar Mekarsari, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Di area seluas 2.000 m2 di kawasan Pantai Perancak, Banjar Mekarsari, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, para volunteer melakukan penangkaran penyu.

Mereka mencari penyu-penyu yang menguburkan telurnya di pesisir pantai Perancak hingga menetaskannya di egg hatching area.

Setelah telur menetas, tukik-tukik itu kemudian dikembalikan lagi ke alam di pantai Perancak.

Sekretaris Kurma Asih Sea Turtle Conservation and Education Center Komang Gunawan menjelaskan, pusat konservasi itu didirikan tahun 1997.

“Semua berawal dari perburuan penyu yang sebelumnya dilakukan warga. Namun setelah ada larangan dan sanksi, kami mendapatkan edukasi kemudian mendapatkan pendampingan dari WWF dan membangun kawasan konservasi ini,” kata Komang Gunawan, Rabu, 22 November 2023.

Komang Gunawan menambahkan, usia tukik yang akan dilepasliarkan paling lama tujuh hari setelah menetas. Sehingga, di pusat konservasi itu hampir setiap hari melepas tukik ke laut.

Tukik-tukik ditempatkan dalam kolam penampungan sebelum dilepasliarkan kembali ke alam - foto: Koranjuri.com
Tukik-tukik ditempatkan dalam kolam penampungan sebelum dilepasliarkan kembali ke alam – foto: Koranjuri.com

Pesisir Pantai Perancak sendiri menjadi tempat bertelur tiga jenis penyu yakni, penyu Belimbing, Penyu Sisik dan Penyu Lekang. Dalam catatan Komang Gunawan, Penyu Belimbing hanya pernah bertelur dua kali yakni di tahun 2000 dan 2002.

“Idealnya begitu menetas, tukik itu langsung dilepas ke laut. Karena nalurinya masih bagus untuk kembali habitatnya,” kata Komang Gunawan.

Dijelaskan, musim penyu bertelur setiap bulan April hingga September. Kemudian puncak menetas Mei sampai Juli. Di setiap musim penyu bertelur, kata Komang Gunawan, warga melakukan monitoring untuk menjaga telurnya di pantai sebelum dipindahkan.

“Kalau penyu sisik setiap dua tahun sekali datang bertelur disini dan penyu lekang bisa bertelur setiap tahun, normalnya 7 minggu sudah menetas di tempat penangkaran semi alami yang kita siapkan,” jelasnya.

Saat ini, Kurma Asih Sea Turtle Conservation and Education Center menangkar sekitar 500 ekor tukik hingga penyu dewasa. Komang Gunawan mengatakan, penyu dewasa yang ditangkar saat ini untuk kebutuhan edukasi.

Yang dilakukan para pejuang lingkungan dalam menjaga laut di Kabupaten Jembrana, bergayung sambut dengan tanggungjawab sosial perusahaan telekomunikasi tanah air Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, konservasi Laut Jembrana menjadi sebuah komitmen dalam pelestarian kehidupan laut.

“Hal ini sejalan dengan UN Sustainable Development Goals (UN-SDGs) nomor 14: Ekosistem Lautan, melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan,” kata Vikram.

Di kawasan konservasi itu, warga secara swadaya membangun kawasan konservasi penyu untuk pelestarian satwa dilindungi tersebut. Perlindungan didasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa, baik dalam keadaan hidup, mati maupun bagian tubuhnya

Bupati Kabupaten Jembrana I Nengah Tamba menambahkan, situasi dan kondisi alam di Pantai Perancak menyebabkan habitat penyu berkurang. Garis pantai yang ada rawan abrasi, sehingga harus dibangun tanggul.

“Tapi kawasan ini akan kita pertahankan terus menjadi salah satu destinasi wisata dunia,” ujarnya.

“Saya berterima kasih dengan adanya kepedulian (CSR IOH, red). Kalau ngandalin pemerintah saja, duitnya nggak cukup,” kata Tamba. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS