KORANJURI.COM – SMPN 8 Purworejo yang berada di Kecamatan Purwodadi mengadakan kegiatan Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan Ekspo Kuliner, yang dilaksanakan di akhir tahun pelajaran 2022/2023, Sabtu (24/06/2023).
Pada Gelar Karya P5 dan Ekspo Kuliner ini, diikuti semua siswa dari kelas 7 dan 8. Gelar karya dikhususkan untuk kelas 7 yang sudah menjalankan kurikulum merdeka. Dalam gelar karya ini, mereka siswa kelas 7 menampilkan hasil-hasil karya mereka, diantaranya senam kreasi hasil karya siswa, yel-yel, poster anti perundungan, produk makanan dan minuman tradisional, langkah Pramuka, serta Dai dan hafalan juz ke-30.
Nurzain Rohmatulloh, S.Pd., selaku Ketua P5 SMPN 8 Purworejo menyebut, gelar karya merupakan program dalam satu tahun yang dilaksanakan di akhir tahun. Yang ditampilkan dalam gelar karya ini, merupakan karya siswa terbaik.
“Jadi akhir tahun kita seleksi, lalu yang terbaik kita tampilkan di akhir tahun ini di atas panggung maupun di tengah lapangan dengan disaksikan komite, orangtua siswa dan stakeholder sekolah. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bagi siswa untuk mengembangkan program dari pemerintah di kurikulum merdeka,” jelas Nurzain.
Pada expo, selain diikuti siswa kelas 7, juga melibatkan siswa kelas 8. Mereka membuka stand di depan kelas masing-masing, dengan menampilkan makanan dan minuman tradisional serta makanan-makanan kekinian. Dalam ekspo juga melibatkan parenting dalam menyiapkan segala sesuatunya.
“Jadi ini semua kegiatan hasil gotong royong mulai dari sekolah, komite juga para orang tua. Ekspo bermanfaat untuk melatih jiwa kewirausahaan siswa,” kata Nurzain, yang didampingi Waka Kesiswaan, Heri Diantoro, S.Pd.
Pelaksanaan Gelar Karya P5 dan Ekspo Kuliner ini bersamaan dengan penerimaan raport bagi siswa kelas 7 dan 8, serta pengumuman hasil PPDB. Dan selama kegiatan berlangsung, para orangtua siswa dan orangtua calon siswa baru ikut menyaksikan dan mengunjungi stand-stand peserta ekspo.
Nurzain berharap, dengan gelar Karya P5 sebagai implementasi dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka serta ekspo, bisa melatih anak untuk mandiri dan meningkatkan kepercayaan diri, juga melatih mereka agar memiliki jiwa kewirausahaan.
“Sebagai bentuk persiapan kedepannya, dalam menghadapi ekonomi global,” ungkap Nurzain.
Waka Kesiswaan, Hendri, sangat mendukung gelar karya ini. Sebagai Waka Kesiswaan , tugasnya menyiapkan anak-anak dan kepanitiaan agar kegiatan berjalan lancar.
Kepala SMPN 8 Purworejo, Himawan Susrijadi, S.Pd.,M.Pd., menambahkan, sekolah yang dipimpinnya merupakan sekolah penggerak. Adanya kegiatan ini diharapkan nantinya bapak ibu guru agar terbiasa dengan kegiatan Projek P5.
“Apalagi disini ada gelar karya P5, agar tidak terjadi kesalahan persepsi untuk pelaksanaan P5 di kurikulum merdeka dengan kegiatan pameran,” kata Himawan.
Menurutnya, adanya kegiatan ini sebagai bentuk evaluasi. Animo masyarakat cukup bagus, serta munculnya parenting menjadi kesuksesan di sekolah penggerak karena masyarakat ikut terlibat di dalamnya.
“Supaya ada sinergi antara sekolah dengan wali murid atau masyarakat agar tidak terjadi salah paham tentang pengelolaan kurikulum di sekolah ini dan kegiatan yang ada di sekolah,” ujar Himawan.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Wasit Diono, S.Sos., sangat mengapresiasi adanya kegiatan Gelar Karya P5 dan Ekspo Kuliner yang digelar di akhir tahun pelajaran ini. Karena pada kegiatan ini, dalam proses belajar yang sudah diikuti siswa selama setahun kemarin ditampilkan dan ditunjukkan hasil karyanya sebagai evaluasi. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





