Sentuhan Ekonomi Sirkular di Island Bazaar Bali Revival, Ubah Limbah Jadi Rupiah

oleh
I Wayan Patut bersama Angen Community menunjukkan karya kerajinan daur ulang dari limbah plastik yang dikembangkan di Desa Serangan, Denpasar - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Angen Community sebagai salah satu komunitas waste management di kawasan Serangan, menampilkan kerajinan daur ulang berbahan plastik dalam Island Bazaar di UID Bali Campus, KEK Kura Kura.

Plastik yang didaur ulang dibentuk menjadi kerajinan seperti gantungan kunci, nametag hingga holder yang unik dan bernilai ekonomis.

Wayan Patut, salah satu pegiat lingkungan dari Desa Serangan, Denpasar mengatakan, ide membangun ekonomi sirkular itu dikembangkan dengan melihat kawasan KEK Kura Kura Bali yang akan berkembang pesat ke depannya.

“Konsep pengembangan waste management dikembangkan untuk mengelola sampah daur ulang di kawasan KEK, kalau nanti kawasan ini berkembang pesat pasti akan banyak sampah. Nah ini yang kita recycle,” kata Wayan Patut, Sabtu, 2 Mei 2026.

Berbagai macam kerajinan daur ulang itu dipamerkan bersama dengan puluhan stan lainnya. Menurut Wayan Patut, Angen Community atau Nukari Community memanfaatkan limbah plastik jenis HDPE seperti tutup botol.

“Yang paling laku nametag, banyak dipesan oleh pembeli. Selama ini kami pasarkan melalui akun medsos dan event pameran seperti sekarang ini,” kata Wayan Patut.

Island Bazaar bertajuk Bali Revival itu diikuti oleh 70 stan dari para pelaku UMKM di Denpasar. Tenant yang ada terdiri dari 30 food and beverages, 30 retails dan 10 tenant workshop.

Dalam dua hari pelaksanaan, 2-3 Mei 2026 ditargetkan menyedot 3.000 pengunjung. Event itu sekaligus menunjukkan kawasan KEK Kura Kura Bali sebagai kawasan inklusif.

Head of Communications Department Kura Kura Bali Zefri Alfaruqy mengatakan, seluruh tenant yang menjadi peserta telah melalui proses kurasi.

“Kita ingin semua tenant ini mendapatkan profit dan benefit yang bagus, jadi setiap produk dari setiap tenant itu berbeda,” kata Zefri.

Event kedua kali ini kata Zefri, lebih semarak dengan hadirnya sesi workshop dan pertunjukan Tari Kecak. Pengunjung yang ingin berinteraksi dengan para penari bisa mengikuti sesi workshop oleh komunitas seni Bumi Bajra.

Eksplorasi tradisi dan budaya Bali yang mendominasi Island Bazaar itu dilengkapi dengan atraksi seni kontemporer berupa panggung band dan musik piringan hitam oleh disc jockey.

“Dengan adanya event ini kita tidak meninggalkan komunitas yang ada di sekitar Pulau Serangan, kita undang komunitas seperti Angen Community dan pelaku UMKM ikut berpartisipasi di acara ini,” kata Zefri. (Way)